Bagikan:

JAKARTA - Komisi Eropa diminta mempertimbangkan kembali alokasi dana ke Kyiv untuk sektor energi menyusul skandal korupsi di Ukraina, lapor surat kabar Politico, mengutip seorang pejabat Eropa yang tidak disebutkan namanya.

"Ini berarti Komisi pasti harus mengevaluasi kembali bagaimana mereka membelanjakan" dana untuk sektor energi Ukraina, kata pejabat tersebut dilansir ANTARA dari Sputnik.

Ukraina harus memberikan lebih banyak perhatian dan transparansi dalam cara mereka membelanjakan uang tunai,” sambung dia.

Menurutnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy perlu "menenangkan semua orang" dengan mempresentasikan rencana untuk memberantas korupsi.

Pada 10 November, Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) mengatakan mereka sedang melakukan operasi khusus berskala besar di sektor energi dan menerbitkan gambar yang menunjukkan tas-tas berisi mata uang asing yang disita dalam penggerebekan.

Anggota parlemen Ukraina Yaroslav Zheleznyak mengatakan penyidik NABU telah menggeledah rumah mantan Menteri Energi German Galushchenko dan kantor operator PLTN Energoatom.

Surat kabar Ukrainska Pravda melaporkan NABU juga telah menggeledah rumah rekan dekat Zelenskyy, Timur Mindich, yang telah meninggalkan Ukraina sebelum penggeledahan dimulai, kata Zheleznyak.

Pada Rabu, pemerintah Ukraina memberhentikan sementara Galushchenko dari tugasnya di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung, selanjutnya pada Kamis, Zelenskyy menjatuhkan sanksi terhadap Mindich dan kepala pemodalnya, pengusaha ternama Oleksandr Tsukerman, yang eduanya terlibat dalam skandal korupsi.