JAKARTA - Kabinet India pada Hari Rabu menyebut ledakan mobil mematikan minggu ini di dekat Benteng Merah New Delhi sebagai serangan teror yang dilakukan oleh "pasukan anti-nasional," meskipun para pejabat tidak merilis bukti baru, sementara penyelidikan berlanjut.
Sejumlah tersangka ditangkap pihak berwenang India dari wilayah Kashmir yang disengketakan pada Hari Rabu, sebagai bagian dari penyelidikan atas ledakan pada Hari Senin di dekat monumen bersejarah Red Fort yang menewaskan delapan orang dan melukai beberapa lainnya.
Pihak berwenang pada Hari Selasa mengumumkan mereka sedang menyelidikinya sebagai kemungkinan terorisme, sebuah langkah yang memberi otoritas investigasi wewenang yang lebih luas untuk menangkap atau menahan orang. Namun mereka belum merinci bukti mereka secara publik.
Kabinet Menteri Federal, dalam sebuah resolusi yang disahkan Rabu malam, menyebut ledakan mobil tersebut sebagai "insiden teror keji, yang dilakukan oleh pasukan anti-nasional," dikutip dari Daily Sabah 13 November.
Kendati demikian, resolusi tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Setidaknya lima orang ditahan untuk diinterogasi dalam serangkaian penggerebekan semalam di distrik Pulwama, selatan Kashmir, kata pejabat kepolisian, Rabu.
Ledakan Hari Senin terjadi beberapa jam setelah polisi di Kashmir yang dikuasai India mengatakan mereka telah membongkar dugaan sel militan yang beroperasi dari wilayah yang disengketakan hingga pinggiran New Delhi.
Sedikitnya tujuh orang, termasuk dua dokter, ditangkap, dan polisi menyita senjata serta sejumlah besar bahan pembuat bom di Faridabad, sebuah kota di Negara Bagian Haryana dekat dengan New Delhi.
Berita India melaporkan ledakan itu kemungkinan terkait dengan sel yang sama. Polisi belum berkomentar, dengan alasan penyelidikan mereka yang sedang berlangsung.
Sementara itu, empat petugas polisi di Kashmir yang mengetahui kasus ini mengatakan penyelidikan yang membawa mereka ke sel tersebut dimulai dengan penyelidikan rutin terhadap poster anti-India yang muncul di sebuah lingkungan di Kota Srinagar, Kashmir, pada 19 Oktober. Poster-poster tersebut mengancam akan menyerang pasukan India yang ditempatkan di Kashmir.
Para petugas, yang berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas kasus ini, mengatakan rekaman CCTV membantu mengidentifikasi para tersangka, yang awalnya mengarah pada penangkapan setidaknya tiga orang.
Selama tiga minggu berikutnya, interogasi menghasilkan penahanan dua dokter Kashmir yang bekerja di dua kota di India, serta dua tersangka lainnya dari Kashmir, kata para petugas.
Media berita India melaporkan bahwa polisi sedang menyelidiki apakah tersangka lain dari sel yang sama, juga seorang dokter Kashmir yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kedokteran di Faridabad, mengemudikan mobil yang meledak.
Polisi belum mengonfirmasi laporan tersebut, tetapi media berita India mengatakan dokter tersebut mungkin sengaja memicu ledakan untuk menghindari penangkapan atau mengangkut bahan peledak yang meledak secara tidak sengaja.
Juru bicara kepolisian Delhi, Sanjay Tyagi, mengatakan para penyelidik sedang menyelidiki "semua kemungkinan sudut pandang, termasuk serangan teror, ledakan yang tidak disengaja, atau segala jenis kerusakan pada mobil."
BACA JUGA:
Diketahui, Benteng Merah yang merupakan objek wisata utama, adalah monumen abad ke-17 dan tempat para perdana menteri India menyampaikan pidato Hari Kemerdekaan pada 15 Agustus setiap tahun.
Jika dipastikan sebagai serangan yang disengaja, ini akan menjadi ledakan paling mematikan di ibu kota India sejak 2011.
Kemungkinan kaitan terorisme dalam ledakan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya ketegangan antara India dan Pakistan.
India sering menuduh Pakistan mendukung serangan di wilayahnya, dengan mengatakan serangan tersebut dilakukan oleh kelompok-kelompok yang berbasis di seberang perbatasan.