JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan komitmen partainya untuk tetap berada di barisan pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal tersebut diyakinkan Surya meskipun sampai saat ini belum ada perwakilan Partai NasDem di jajaran Kabinet Merah Putih. Surya meminta seluruh kader menjaga konsistensi dan berkontribusi agar pemerintahan berjalan sukses.
"Sebagai partai, institusi partai politik yang telah dan tetap berkomitmen sebagai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran ini. Saya juga ingin menyakinkan, Saudara-saudara, mudah-mudahan insyaAllah konsistensi kita tetap ada dalam diri kita. Kita memang barisan yang mendukung pemerintahan ini," kata Surya Paloh pada acara Puncak HUT ke-14 Partai NasDem di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Selasa, 11 November.
Surya menekankan, keberhasilan pemerintah menjadi bagian dari keberhasilan partai, sementara kegagalan pemerintah juga menjadi tanggung jawab moral bagi seluruh kader NasDem.
"Kita mau pemerintahan ini berhasil. Kita mau pemerintahan ini sukses. Kesuksesan pemerintahan ini adalah juga bagian kesuksesan kita. Kegagalan pemerintahan ini, itu yang menjadi azab dan duka nestapa bagi kita," ujarnya.
Dalam momentum ulang tahun ke-14 NasDem, Surya Paloh mengajak seluruh kader untuk bersyukur atas perjalanan partai yang mampu melewati berbagai tantangan sejak berdiri. Ia menilai, perjalanan panjang itu menunjukkan kekuatan ideologi dan komitmen kader yang konsisten terhadap gerakan perubahan.
Surya lalu mengurai capaian elektoral NasDem sejak mengikuti pemilu pertama kali. Ia menyebut partainya berhasil memperoleh 36 kursi di DPR pada pemilu pertama, lalu meningkat menjadi 59 kursi pada pemilu berikutnya, dan akhirnya 69 kursi di Pemilu 2024.
"Entah karena memang kemampuan, keuletan kita mengkonsolidasikan barisan kita. NasDem tetap jaya menaikkan kursinya dari 59 kursi menjadi 69 kursi," tuturnya.
Surya menilai pencapaian itu bukan hal mudah. Mengingat dinamika politik menjelang Pemilu 2024 yang dialami NasDem penuh tekanan dan ujian karena belum bergabung pada koalisi Prabowo-Gibran.
"Di sana pertempuran antara konsistensi tetap membawa arus perubahan atau kita terjebak pada pragmatisme. Kita memilih, apapun risikonya kita hadapin, kita bawa tetap konsisten dalam membawa arus gerakan perubahan," ujarnya.
BACA JUGA:
Menurut dia, di tengah godaan pragmatisme dan kepentingan kelompok, NasDem harus tetap menjadi partai yang berpegang pada nilai-nilai moral dan pengabdian kepada bangsa.
"Ketika godaan pragmatisme, godaan untuk bersikap menghalalkan seluruh perbuatan demi kepentingan pribadi dan golongan muncul, kita katakan itu bukan tempatnya bagi NasDem, itu bukan NasDem saudaraku semuanya," ucap dia.
"Berada di dalam partai ini, bukan hanya sekadar untuk menopak karir perjalanan kehidupan pribadi kita. Sah saja kita punya kepentingan pribadi, tapi itu baru koma. Kita harus bergerak terus, karena kita mau totalitas pengabdian kita adalah bagi kejayaan kepentingan bangsa dan negara yang kita cintai," tutup Surya.