JAKARTA - Usai menghadiri rapat perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri di Mabes Polri, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa Korps Bhayangkara sejak awal selalu terbuka akan kritik dan evaluasi. Hal itu diserap demi melakukan evaluasi agar institusi Polri terus menjadi lebih baik,seperti yang diharapkan oleh masyarakat luas.
"Pada prinsipnya, Polri tentunya selalu terbuka untuk menerima perbaikan, menerima evaluasi, karena kita juga tentunya ingin terus mewujudkan performa Polri. Sehingga Polri ini betul-betul bisa menjadi institusi yang mewujudkan apa yang bisa diharapkan oleh masyarakat," kata Listyo kepada media di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 10 November.
Sigit mengatakan, bahwa Polri merupakan hasil dari reformasi. Oleh sebab itu, masyarakat memiliki harapan lebih terhadap Korps Bhayangkara.
"Khususnya kita memahami bahwa Polri adalah hasil buah reformasi, sehingga tentunya harapan masyarakat pascareformasi bisa ditindaklanjuti oleh institusi Polri," ucapnya.
Lebih jauh, Sigit mengungkapkan, dalam kesempatan rapat perdana yang dilakukan Komisi Percepatan Reformasi Polri ini, jajaran Polri akan cepat merespons seluruh arahan maupun masukan dari Komisi Percepatan Reformasi.
"Kami di sini sebagai upaya untuk supaya bisa merespons cepat dan segera mengimplementasikan terkait dengan rekomendasi-rekomendasi yang nanti akan diberikan oleh Ketua Tim Reformasi kepada Bapak Presiden dan selanjutnya tentu harus kita tindaklanjuti," tutupnya.
BACA JUGA:
Presiden Prabowo Subianto melantik 10 orang dalam Komisi Percepatan Reformasi Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 7 November 2025.
Ke-10 orang itu antara lain Jimly Asshiddiqie (Ketua), Ahmad Dofiri (Sekretaris), Yusril Ihza Mahendra, Otto Hasibuan, Supratman Andi Agtas, Mahfud MD. Kemudian ada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta tiga Mantan Kapolri Badrodin Haiti, Tito Karnavian, dan Idham Aziz. Dalam waktu dekat, akan ada penambahan satu anggota gender perempuan sesuai permintaan Presiden Prabowo.