Bagikan:

JAKARTA - Upaya Swiss untuk mengamankan hubungan perdagangan yang lebih menguntungkan dengan AS terus berlanjut.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Swiss Karin Keller-Sutter setelah para petinggi perusahaan Swiss bertemu dengan Presiden AS Donald Trump awal pekan ini.

Swiss terguncang setelah Trump mengenakan tarif sebesar 39% atas impor Swiss pada Agustus, salah satu bea masuk tertinggi yang dikenakan dalam pengaturan ulang perdagangan globalnya.

Keller-Sutter, yang dikecam atas penanganannya terhadap perselisihan tersebut, mengatakan dirinya telah memenuhi tugasnya ketika dia berbicara kepada Trump sebelum pengumuman tarif.

"Dia tidak setuju dengan kesepakatan yang dinegosiasikan. Titik," ujarnya kepada surat kabar Blick dalam artikel yang terbit pada Kamis, 6 November dilansir Reuters.

"Kita harus menerima kenyataan ini. Perundingan masih berlanjut,” sambungnya.

Ia tetap bungkam mengenai negosiasi tersebut, atau apakah kesepakatan dapat dicapai tahun ini.

"Pada akhirnya, keputusan untuk menyetujui atau tidak menyetujui kesepakatan berada di tangan presiden AS," kata Keller-Sutter.

Perusahaan-perusahaan Swiss juga telah berupaya membujuk Trump untuk mengurangi tarif, dengan delegasi para pemimpin bisnis bertemu Trump di Gedung Putih pada hari Selasa.

Kelompok tersebut, yang terdiri dari para eksekutif dari perusahaan pelayaran MSC, produsen jam tangan Rolex, perusahaan investasi Partners Group, pedagang komoditas Mercuria, pemilik Cartier Richemont (CFR.S), dan perusahaan logam mulia MKS, mengorganisir diri untuk menarik perhatian terhadap konsekuensi tarif AS terhadap perusahaan mereka, kata kementerian ekonomi Swiss.