Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menanggapi adanya sejumlah pihak yang berkeberatan bahkan penolakan terhadap rencana pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto.

Hal tersebut disampaikan Bahlil usai menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 6 November. Bahlil menegaskan, bahwa bangsa Indonesia harus menghargai jasa para tokoh bangsa, sehingga Bahlil menanggapi terkait penolakan rencana menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional adalah hal yang biasa.

Bagi Partai Golkar, menurut Bahlil, Soeharto merupakan sosok sentral dan salah satu pendiri partai yang memiliki jasa dalam menjaga ideologi Pancasilan.

Seperti diketahui, dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, terjadi peristiwa G30S/PKI. Bahlil juga menyoroti pencapaian Soeharto saat memimpin Indonesia yang berhasil menekan inflasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengantarkan Indonesia mencapai swasembada pangan serta energi.