JAKARTA - Institut Kesenian Jakarta (IKJ) meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengalokasikan Dana Abadi Kebudayaan untuk pengembangan kampusnya. Permintaan itu disampaikan oleh Rektor IKJ Syamsul Maarif usai kunjungan Pramono ke kampus kesenian tertua di Jakarta itu.
Syamsul menilai, alokasi dana abadi kebudayaan dalam APBD DKI seharusnya bisa dimanfaatkan untuk memperkuat peran IKJ sebagai pusat pendidikan dan produksi seni di Jakarta.
"Karena ada dana abadi kebudayaan (dalam APBD DKI), kami akan meminta, memohon, agar ada dana abadi kebudayaan yang mudah-mudahan ini menunjang pengembangan IKJ ke depan," kata Syamsul di IKJ, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November.
Kemudian, Syamsul juga menyinggung kondisi fisik kampus yang dinilainya sudah lama terbengkalai. Salah satunya gedung Fakultas Seni Rupa yang mangkrak bertahun-tahun dan belum rampung hingga kini. Ia menyebut, Pramono telah berjanji menindaklanjuti hal itu.
"Ada gedung mangkrak di Fakultas Seni Rupa yang kami sudah mohon ke Pak Gubernur dan Pak Gubernur sudah memerintahkan stafnya untuk segera dilanjutkan," ucap Syamsul.
Selain infrastruktur kampus, Syamsul meminta Pemprov DKI bisa mempermudah akses antara IKJ dan Taman Ismail Marzuki (TIM). Menurutnya, keterhubungan dua kawasan seni itu akan membentuk satu ekosistem kreatif yang utuh di bawah pengelolaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
"Kalau akses-akses ini dibuka, maka TIM menjadi satu ekosistem dan IKJ ada di dalamnya. Jadi Akademi Jakarta, kemudian Dewan Kesenian Jakarta dan itu dikelola oleh Dinas Kebudayaan," ucap Syamsul.
BACA JUGA:
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan akan menindaklanjuti usulan IKJ. Ia meminta kampus menyiapkan blueprint pengembangan agar Pemprov DKI bisa menentukan bentuk dukungan yang konkret.
"Kami minta untuk IKJ mempersiapkan apa yang menjadi blueprint yang diinginkan oleh IKJ, nanti kami di Balai Kota secara resmi akan memutuskan mana yang akan kami lakukan, kami penuhi," ujar Pramono.
Pramono juga menyoroti penataan kawasan Taman Ismail Marzuki dan IKJ yang menurutnya belum terkelola secara menyeluruh. Ia ingin kawasan seni itu ditata kembali agar menjadi ruang publik yang representatif bagi warga untuk menikmati seni dan budaya.
"Saya akan meminta kepada Balai Kota untuk mulai melihat membangun ekosistem yang ada di Taman Ismail Marzuki ini, termasuk di dalamnya ada IKJ, menjadi lebih terbuka, lebih rapi, lebih nyaman, dan bagi siapapun yang datang orang akan mempunyai kesan yang baik," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga memperjelas maksud dari rencananya untuk memindahkan IKJ ke kawasan Kota Tua yang ia utarakan beberapa waktu lalu. Sejatinya, Pramono ingin agar kawasan Kota Tua lebih diaktifkan sebagai etalase kesenian mahasiswa IKJ dengan berbagai kegiatan yang akan digelar.
Karenanya belum tentu aktivitas pendidikan formal mahasiswa IKJ akan berpindah dari kampus Cikini ke Kota Tua. Namun, Pramono juga memperbolehkan jika IKJ ingin Pemprov DKI menyiapkan ruang kelas para mahasiswa.
"Kami berharap panggungnya atau etalasenya yang digunakan oleh IKJ itu, salah satunya tentunya di Kota Tua. Kalau kemudian ada ruang kuliah ataupun apa yang ada di sana dimanfaatkan, dengan senang hati nanti kami persiapkan," pungkas Pramono.