Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 43 staf lokal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ditahan akan diadili atas dugaan keterlibatan dalam serangan udara Israel yang menewaskan para pemimpin tinggi Houthi pada Agustus lalu.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Menteri Luar Negeri pemerintah Houthi Yaman, Abdulwahid Abu Ras, kepada Reuters.

Pada Agustus, Perdana Menteri Yaman yang didukung Iran dan dijalankan oleh Houthi beserta beberapa menteri lainnya tewas dalam serangan Israel di ibu kota Sanaa, dalam serangan pertama yang menewaskan para pejabat senior.

PBB berulang kali menolak tuduhan Houthi, staf PBB atau operasi PBB di Yaman terlibat.

"Langkah-langkah yang diambil oleh badan keamanan dilakukan di bawah pengawasan peradilan penuh. Kejaksaan umum terus diinformasikan langkah demi langkah untuk setiap tindakan yang diambil," kata Abu Ras dalam wawancara dengan Reuters dilansir Jumat, 31 Oktober.

"Oleh karena itu, selama kejaksaan diberitahu, dapat dipastikan bahwa proses ini sedang menuju penyelesaiannya, yang mengarah pada persidangan dan penerbitan putusan pengadilan," katanya.

Abu Ras mengatakan sel dalam Program Pangan Dunia jelas terlibat dalam penargetan langsung terhadap pemerintah.

Belum ada komentar langsung dari juru bicara Program Pangan Dunia (WFP).

Setidaknya 59 personel PBB ditahan oleh Houthi, menurut PBB, yang mengutuk apa yang disebutnya penahanan sewenang-wenang dan menyerukan pembebasan segera personelnya dan tahanan lainnya.

Para terdakwa adalah warga Yaman. Menurut hukum Yaman, mereka dapat menghadapi hukuman mati.