TERNATE - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate berhasil mengevakuasi kapal ikan KM Putra Putri 02 yang mengalami mati mesin di perairan antara Pulau Mare dan Pulau Moti, Maluku Utara. Sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) berhasil diselamatkan dalam keadaan sehat.
"Untuk seluruh ABK sebanyak 14 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi sehat," kata Kepala Kantor Basarnas Ternate Iwan Ramdani saat dihubungi, Antara, Rabu, 29 Oktober.
Ia menjelaskan, laporan mengenai insiden tersebut diterima pada Senin malam pukul 21.05 WIT.
Setelah menerima informasi, Tim Rescue Kantor SAR Ternate segera dikerahkan menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata menuju lokasi yang diduga berada di sekitar perairan Pulau Mare.
"Begitu laporan diterima, kami langsung memberangkatkan tim menuju lokasi untuk memastikan kondisi kapal dan seluruh awaknya," ujar Iwan.
Pencarian dilakukan secara intensif hingga pukul 00.05 WIT, saat tim SAR gabungan berhasil menemukan KM Putra Putri 02 sekitar 25 nautical mile (Nm) dari Kota Ternate. Hasil pemeriksaan di lokasi memastikan seluruh ABK dalam keadaan selamat.
Tim SAR kemudian melakukan pendataan sambil menunggu bantuan kapal penarik. Sekitar pukul 01.30 WIT, kapal ikan Cakarida yang kebetulan melintas ikut membantu menarik KM Putra Putri 02 menuju Ternate, dengan KN SAR Pandudewanata melakukan pengawalan hingga kapal tiba dengan aman.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, kapal berhasil dievakuasi dan sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate pada pukul 08.30 WIT, Rabu pagi. Seluruh ABK diserahkan ke perwakilan pelabuhan untuk pendataan lebih lanjut.
Operasi SAR kemudian resmi ditutup melalui kegiatan debriefing di Kantor SAR Ternate. Unsur yang terlibat antara lain Basarnas Ternate, Polairud Polda Maluku Utara, Pertamina Patra Niaga FT Ternate, Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate, Kapal Ikan Cakarida, dan nelayan setempat.
Iwan Ramdani mengapresiasi koordinasi cepat antarinstansi dan partisipasi masyarakat nelayan. Ia mengingatkan agar seluruh nelayan memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan layak sebelum melaut.
“Keselamatan adalah hal utama, jadi penting untuk selalu memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar,” tegasnya.
BACA JUGA:
Insiden mati mesin KM Putra Putri 02 menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan di laut, terutama di tengah cuaca tidak menentu di wilayah perairan Maluku Utara.