Bagikan:

JAKARTA- Ketua MPR RI Ahmad Muzani menanggapi soal perintah Presiden RI, Prabowo Subianto agar Bahasa Portugis diajarkan di sekolah-sekolah. Muzani menilai, hal tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pergaulan Indonesia di dunia internasional.

Apalagi, menurut Muzani, bahasa Indonesia masuk dalam dalam 10 bahasa pergaulan internasional. Diketahui, Bahasa Indonesia telah diakui sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. Bahkan saat ini, program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) telah berkembang pesat dan diselenggarakan di 57 negara.

"Kita bangga karena bahasa Indonesia sudah ditetapkan menjadi bahasa pergaulan nomor 10 dan karena itu kita harus percaya diri dan sekarang ini sudah menjadi bahasa persatuan, bahasa komunikasi, bahasa pergaulan, bahasa yang mempersatukan kita semua termasuk bahasa pemerintahan," ujar Muzani kepada wartawan, Sabtu, 25 Oktober.

Muzani menuturkan bahwa bahasa Indonesia telah diterima dunia setelah 80 tahun merdeka, bahkan kurang lebih hampir 100 lebih sejak Sumpah Pemuda dideklarasikan. Karenanya, ia menilai, sudah saat Indonesia meningkatkan keterampilan berbahasa setelah bahasa Inggris, Aran dan Mandarin, yakni Portugis.

"Kita pergi ke Papua, kita pergi ke Kalimantan pedalaman sekalipun menggunakan bahasa Indonesia sudah bisa berkomunikasi. Karena itu pemerintah sudah mulai berpikir tentang selain bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Mandarin, menawarkan bahasa lain, yakni bahasa Portugis," kata Muzani.

"Jadi saya kira itu adalah sebuah cara bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita, kualitas pergaulan kita karena nyatanya bahasa Portugis itu juga dipakai sebagian besar oleh negara-negara di Amerika Latin. Karena itu, Amerika Latin juga bagian dari episentrum masa depan ekonomi dunia," pungkas eks Sekjen Gerindra itu.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahasa Portugis akan diajarkan di sekolah-sekolah di Indonesia saat bertemu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 23 Oktober siang.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, keduanya membicarakan banyak, termasuk soal bahasa Portugis. Prabowo awalnya menekankan bahwa Brasil merupakan mitra penting Indonesia.

Ia juga menekankan Brasil merupakan mitra penting. Karena itu lah, ia memutuskan bahwa bahasa Portugis akan mulai diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia.

"Saya yakin bahwa dalam waktu yang akan datang kita akan menghasilkan capaian lebih baik," kata Prabowo.

"Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia," lanjutnya.