Bagikan:

JAKARTA - Parlemen Jepang dijadwalkan akan melantik Sanae Takaichi menjadi Perdana Menteri (PM) Jepang pada hari ini, Selasa 21 Oktober.

Mengutip AFP, Takaichi akan menggantikan Shigeru Ishiba yang memutuskan mengundurkan diri dari jabatan PM Jepang pada September 2025.

Agenda pelantikan PM perempuan pertama Jepang ini berlangsung sehari setelah partai politik yang dipimpin Takaichi, Partai Demokrat Liberal (LDP) mencapai kesekapatan dengan Partai Inovasi Jepang (Ishin no Kai/JIP) yang berhaluan kanan untuk berkoalisi. 

“Stabilitas politik sangat penting saat ini,” kata Takaichi dalam acara penandatanganan kesepakatan politik bersama pemimpin JIP dan Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura, Senin waktu setempat.

“Tanpa stabilitas, kita tidak dapat mendorong langkah-langkah untuk ekonomi atau diplomasi yang kuat,” sambungnya.

Aliansi Takaichi masih belum ajeg di kedua majelis parlemen dalam mendapatkan suara bulat agar jalannya pemerintah stabil dan mencegah kepemimpinan berumur pendek.

Untuk itu, LDP berkoalisi dengan JIP dan terus membuka komunikasi dengan partai oposisi lain untuk meloloskan undang-undang apa pun.

LDP dan JIP menandatangani perjanjian koalisi mengenai kebijakan yang menggarisbawahi pandangan Takaichi yang agresif dan nasionalis.

Kesepakatan ini terjadi 10 hari setelah LDP kehilangan mitra koalisi lamanya, Komeito yang didukung Buddha dan lebih dovish sentris sentris. Perpecahan koalisi itu berpotensi mengganggu jalannya pemerintahan.