Bagikan:

JAKARTA - Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban berharap besar ekonomi negaranya bisa pulih jika rencana Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest terjadi.

Orban mengatakan jika pertemuan itu membuat konflik Rusia-Ukraina membaik, maka pertumbuhan ekonomi Hongaria akan terdampak besar.

"Dalam tiga tahun pertama konflik Rusia-Ukraina, Hongaria mengalami kerugian sebesar 9,1 triliun forint (sekitar 23,4 miliar euro). Ini setara dengan lebih dari 2 juta forint (sekitar 5.000 euro) yang hilang per keluarga," tulis Orban di akun pribadinya di media sosial yang dilarang di Rusia, Facebook, Senin 20 Oktober, dikutip dari Tass.

Menurut Orban, akibat konflik yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina, harga komoditas energi dan gas melonjak, hingga inflasi di negaranya telah mencapai rekor tertinggi.

"Sanksi telah merugikan kita, perdagangan telah jatuh, suku bunga telah naik, dan pembiayaan negara menjadi lebih mahal. Jika kita dapat mengakhiri perang, beban-beban ini akan berkurang. Perekonomian Hongaria akhirnya akan bernapas lega, kembali ke pola pertumbuhan sebelum perang. Semua orang akan mendapatkan lebih banyak, dan bahkan harga roti pun bisa turun," tuturnya.

Orban menekankan pentingnya wacana KTT perdamaian Rusia-Ukraina demi keberlangsungan ekonomi dan stabilitas Hongaria. Sejauh ini, kata dia, rencana pertemuan kepala negara Rusia-AS tersebut terus mengalami kemajuan.

"Keberhasilan negosiasi perdamaian di Budapest sangat vital bagi keberadaan Hongaria. Kita harus melakukan segala yang mungkin untuk mencapai tujuan ini," ujar Orban.