JAKARTA - Tujuh tentara Pakistan tewas dalam serangan bunuh diri di dekat perbatasan Afghanistan. Gencatan senjata sementara yang menghentikan pertempuran sengit selama berhari-hari antara kedua negara tetangga berakhir tanpa ada kabar mengenai perpanjangannya.
Kedua negara tetangga Asia Selatan tersebut terlibat dalam pertempuran darat yang sengit.
Pakistan juga melancarkan serangan udara di perbatasan mereka yang disengketakan, menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya, sebelum mereka mencapai gencatan senjata 48 jam yang berakhir pukul 13.00 Jumat, 17 Oktober waktu setempat.
Dilansir Reuters, tujuh tentara tewas dalam serangan militan di kamp militer Pakistan di Waziristan utara, yang juga menyebabkan 13 orang terluka.
Seorang militan menabrakkan kendaraan bermuatan bahan peledak ke tembok pembatas benteng yang berfungsi sebagai kamp militer, sementara dua lainnya mencoba masuk ke fasilitas tersebut dan ditembak mati.
Enam militan tewas dalam serangan bunuh diri tersebut, kata kantor Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pernyataan, tanpa memberikan rincian jumlah tentara yang tewas.
Identitas para penyerang belum diketahui dan belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
Kekerasan militan di Pakistan telah menjadi gangguan besar dalam hubungannya dengan Taliban Afghanistan, yang kembali berkuasa di Kabul setelah pasukan pimpinan AS mundur pada tahun 2021.
Konflik terbaru antara kedua negara dipicu setelah Islamabad menuntut Kabul untuk mengendalikan militan yang telah meningkatkan serangan di Pakistan, dengan mengatakan bahwa mereka beroperasi dari tempat persembunyian di Afghanistan.
Sharif mengatakan pada Kamis, Pakistan "membalas" karena kehilangan kesabaran terhadap Afghanistan setelah serangkaian serangan militan, tetapi siap untuk mengadakan perundingan guna menyelesaikan konflik.
Taliban membantah tuduhan tersebut dan menuduh militer Pakistan menyebarkan informasi yang salah tentang Afghanistan, memprovokasi ketegangan di perbatasan, dan melindungi militan yang terkait dengan ISIS untuk merusak stabilitas dan kedaulatannya.
Islamabad membantah tuduhan tersebut.
BACA JUGA:
Pada Jumat, Bulan Sabit Merah Pakistan mengatakan Afghanistan telah menyerahkan jenazah tujuh warga Pakistan—dua personel keamanan dan lima warga sipil—yang tewas dalam bentrokan awal pekan ini.
Meskipun kedua negara Islam ini pernah bertikai di masa lalu, pertempuran bulan ini adalah yang terburuk dalam beberapa dekade.
Hal ini telah menarik perhatian Arab Saudi dan Qatar, yang memediasi dan berusaha menghentikan pertempuran.
Sementara, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia dapat membantu menyelesaikan konflik tersebut.