JAKARTA - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Utara akan mengungkap misteri kasus kematian bocah inisial AR (8) di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, dalam waktu dekat.
Sampai saat ini, penyidik masih mengumpulkan sejumlah alat bukti menyeluruh agar agar misteri kasus kematian bocah AR dapat segera terselesaikan secara terang.
"Bentar lagi, belum (keluar hasil autopsi). (gelar perkara) Persiapan, setelah bukti-bukti terkumpul semuanya," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar saat dikonfirmasi, Jumat, 17 Oktober 2025.
Meski belum mengungkap kasus tersebut, namun Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara berkeyakinan adanya tindak pidana kekerasan pada kasus kematian korban tersebut.
"Tetap ada indikasi pidana nya," ucapnya.
Saat ini, jumlah saksi yang diperiksa masih berjumlah 10 orang. Polisi juga sudah mengecek kondisi kesehatan jiwa ibu kandung korban yang tinggal bersama korban setiap hari.
"Itu masih kita kumpulin (hasil pemeriksaan kesehatan)," ujarnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya diberitakan, MKR (35) ibu kandung dari korban AR (8) berhasil diamankan aparat Kepolisian Polsek Metro Penjaringan dan warga tak lama usai penemuan jenazah pada Minggu 21 September 2025, subuh sekitar pukul 04.00 WIB.
Menurut Arip, kepala keamanan RW 02 Penjaringan, saat kejadian penemuan jenazah korban, ibu kandung korban tidak berada di rumah.
"Ibunya lagi keluar enggak tahu kemana. Ibunya itu ada di sekitaran sini pas lagi ramai-ramainya, mungkin dia enggak berani pulang dan mungkin dia keliling," kata Arip kepada wartawan di lokasi, Senin, 22 September 2025.
Aparat Kepolisian Polsek Penjaringan sempat melakukan pencarian terhadap MKR, ibu kandung korban. Sebab, AR ditemukan tewas di dalam kamar MKR yang berada di lantai 3, Jalan Arwana, RW 02, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.
"Ditemukan polisi dan warga di (wilayah) Kertajaya lagi jalan kaki jam 04.00 WIB," ujarnya.
Saat berhasil ditemukan warga dan polisi, MKR hanya terdiam lemas. Raut wajahnya terlihat datar.
"Dia diam aja, cuma karena psikisnya agak kena jadi agak melantur," ucapnya.