Bagikan:

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsuddin melontarkan candaan yang mencairkan suasana jelang pertemuannya dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, di Kantor Dewan Pertahanan Nasional, Jakarta, Rabu 15 Oktober.

Saat ditanya sejumlah wartawan apakah akan mengundang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sjafrie tersenyum dan berkata ringan: “Kalau saya undang nanti dimarahi Pak Prabowo.”

Candaan itu disambut tawa para wartawan di lokasi. Namun di balik suasana santai itu, pertemuan dengan Surya Paloh memiliki makna politik yang serius. Bisa dikatakan, inilah kunjungan pertama dari partai politik di luar Koalisi Indonesia Maju ke Kementerian Pertahanan sejak Prabowo Subianto menjabat Presiden.

Usai pertemuan tertutup, Sjafrie menyebut diskusinya dengan Surya Paloh berlangsung hangat dan penuh semangat kebangsaan. “Saya baru saja berbincang secara pribadi dan politik dengan Pak Paloh. Banyak masukan penting yang beliau sampaikan, sarat dengan komitmen nasionalisme dan patriotisme,” kata Sjafrie.

Ia menegaskan, pertemuan itu adalah bentuk keterbukaan. “Kementerian Pertahanan ini milik rakyat Indonesia. Siapa pun boleh datang. Ini rumah rakyat berdaulat,” ujarnya.

Menhan juga mengatakan mendapat laporan PKS akan menyusul berkunjung. “Ini efek TikTok-nya Pak Surya datang ke sini,” tambahnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Surya Paloh menyebut pertemuan tersebut sebagai ajang memperkuat semangat kebangsaan. “Kami berdiskusi dari hati ke hati, bagaimana menjaga agar pemerintahan Presiden Prabowo bisa berjalan sukses. Tugas kita bersama memastikan keberhasilan itu,” ucap Surya Paloh.

Ia menegaskan, komunikasi politik akan terus berlanjut. “Tidak semuanya bisa disampaikan ke publik. Tapi yang pasti, semangatnya sama. Membesarkan hati, memperkuat optimisme, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” ujar Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.