JAKARTA - Polisi China menahan puluhan pendeta dari salah satu gereja bawah tanah terbesarnya selama akhir pekan. Ini menjadi tindakan keras terbesar terhadap umat Kristen sejak 2018.
Penahanan yang terjadi di tengah ketegangan Tiongkok-AS yang kembali memanas setelah Beijing secara dramatis memperluas kontrol ekspor tanah jarang pekan lalu, menuai kecaman dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Rubio pada Minggu menyerukan pembebasan segera para pendeta tersebut.
Dilansir Reuters, Senin, 13 Oktober, Pendeta Jin Mingri, pendiri Gereja Zion, "gereja rumah" tidak resmi yang tidak disetujui pemerintah, ditahan di rumahnya di kota Beihai, China selatan, pada Jumat malam, ungkap putrinya, Grace Jin, dan juru bicara gereja, Sean Long.
"Apa yang baru saja terjadi merupakan bagian dari gelombang baru penganiayaan agama tahun ini," kata Long, seraya menambahkan polisi memeriksa lebih dari 150 jemaat dan meningkatkan pelecehan dalam ibadah Minggu tatap muka dalam beberapa bulan terakhir.
Berbicara kepada Reuters dari rumahnya di Amerika Serikat, Long mengatakan pada sekitar waktu yang sama, pihak berwenang menahan hampir 30 pendeta dan anggota gereja di seluruh negeri, tetapi kemudian membebaskan lima orang.
Sekitar 20 pendeta dan pemimpin gereja masih ditahan, tambahnya.
Polisi di Beihai tidak dapat dihubungi melalui telepon untuk dimintai komentar. Sementara Kementerian Keamanan Publik China tidak segera menanggapi permintaan komentar melalui faks.
Jin, 56, ditahan di Pusat Penahanan No. 2 Kota Beihai atas dugaan "penggunaan jaringan informasi secara ilegal", menurut pemberitahuan penahanan resmi yang diberikan Long kepada Reuters. Dakwaan tersebut memiliki hukuman penjara maksimum tujuh tahun.
Para pendukung khawatir Jin dan pendeta lainnya pada akhirnya dapat didakwa atas tuduhan menggunakan internet secara ilegal untuk menyebarkan informasi keagamaan.
"Dia pernah dirawat di rumah sakit karena diabetes. Kami khawatir karena dia membutuhkan pengobatan," kata Grace Jin. "Saya juga telah diberitahu bahwa pengacara tidak diizinkan bertemu dengan para pendeta, jadi hal itu sangat mengkhawatirkan kami,” sambung Jin.