JEPANG – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon mengapresiasi antusiasme pengunjung Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka yang telah menembus 3,5 juta orang. Capaian itu melampaui target awal dan menunjukkan besarnya minat dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia.
“Jumlah pengunjung ini bukti bahwa budaya Indonesia punya daya tarik luar biasa di mata dunia,” ujar Fadli saat menyerahkan secara simbolis penghargaan kepada pengunjung ke-3.500.000 di Paviliun Indonesia, Sabtu, 11 Oktober.
Expo 2025 Osaka berlangsung selama enam bulan, melibatkan 158 negara dan menyedot hampir 30 juta pengunjung. Perhelatan akbar ini menghasilkan pendapatan sekitar 3 triliun yen atau setara Rp330 triliun bagi kawasan Kansai dan sekitarnya.
Dalam kunjungan kerjanya, Fadli lebih dulu mengunjungi Paviliun Jepang. Didampingi Wakil Direktur Paviliun Jepang, ia mengapresiasi konsep Junkan yang menonjolkan harmoni antara tradisi dan teknologi masa depan. “Saya menekankan pentingnya circulation of culture — bagaimana unsur tradisional dan kontemporer saling menghidupkan dalam regenerasi budaya,” kata Fadli.
BACA JUGA:
Menbud Fadli juga memuji keberhasilan Jepang, khususnya Pemerintah Kota Osaka, dalam menghadirkan infrastruktur inovatif, sistem transportasi ramah lingkungan, dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat serta swasta.
Paviliun Indonesia sendiri mengusung tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, terinspirasi dari filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya. Paviliun ini mencatat potensi investasi hampir USD 24 miliar hingga akhir September 2025, mencakup berbagai sektor pembangunan nasional.
Selama Expo berlangsung, Kementerian Kebudayaan berperan aktif dalam promosi dan diplomasi budaya. Paviliun Indonesia menjadi etalase seni dan tradisi Nusantara—mulai dari tari, musik, teater, kuliner, hingga wastra—yang menggambarkan keberagaman Indonesia di mata dunia.
Fadli juga memberi apresiasi khusus kepada Bappenas/Kementerian PPN selaku penanggung jawab Paviliun Indonesia atas kolaborasi lintas kementerian dan mitra strategis yang solid. “Paviliun ini bukan hanya soal arsitektur yang indah, tapi simbol dari kerja sama antar lembaga untuk memperkuat citra budaya Indonesia secara global,” ujarnya.
Dibangun dengan konsep kapal besar sebagai simbol bangsa maritim, Paviliun Indonesia menggunakan bahan ramah lingkungan seperti kayu Plana, hasil olahan sekam padi, plastik daur ulang, dan aditif alami—menunjukkan komitmen Indonesia terhadap inovasi dan keberlanjutan.
Partisipasi aktif Indonesia di Expo 2025 Osaka menegaskan komitmen menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan sekaligus instrumen diplomasi strategis. Melalui pencapaian signifikan Paviliun Indonesia, keterlibatan dalam pertukaran budaya, dan penguatan kolaborasi internasional, Indonesia menunjukkan peran pentingnya di panggung global sebagai bangsa dengan warisan budaya yang kaya dan berdaya saing.