Bagikan:

JAKARTA – Presiden Donald Trump kembali dinyatakan dalam kondisi fisik yang prima setelah menjalani evaluasi medis menyeluruh di Walter Reed National Military Medical Center, Jumat, 10 Oktober waktu setempat.

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan kesehatan rutin yang dijalani sang presiden.

Dalam surat resmi yang dirilis Jumat malam, Dr. Sean Barbarella, Dokter Gedung Putih, menyebut hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kesehatan Trump berada dalam kondisi sangat baik. Pemeriksaan kali ini mencakup tes pencitraan lanjutan, analisis laboratorium, dan evaluasi kesehatan pencegahan yang dilakukan oleh tim medis dan konsultan akademis terkemuka.

Salah satu temuan paling menarik dari hasil pemeriksaan adalah usia jantung Trump. Berdasarkan hasil elektrokardiogram (EKG), usia kardiovaskularnya tercatat sekitar 14 tahun lebih muda dibanding usia sebenarnya.

“Hasil ini menjadi indikator vitalitas kardiovaskular yang sangat baik,” tulis Dr. Barbarella, dikutip dari ABCNews, Sabtu, 11 Oktober.

Selain itu, Trump dikabarkan masih mampu menjalankan jadwal kegiatan yang padat tanpa batasan fisik. Sebagai langkah pencegahan jelang agenda perjalanan luar negeri, ia juga menerima vaksin flu dan booster COVID-19 terbaru.

Sebelumnya, laporan medis pada musim panas sempat mengungkap bahwa Trump mengalami insufisiensi vena kronis, kondisi yang umum terjadi pada orang dewasa berusia lanjut. Namun, dalam laporan terbaru ini, Dr. Barbarella tidak memberikan pembaruan terkait kondisi tersebut. Umumnya, gangguan vena ini ditangani dengan stoking kompresi, elevasi kaki, atau tindakan medis ringan bila diperlukan.

Kunjungan ke Walter Reed kali ini dilakukan sekitar enam bulan setelah pemeriksaan fisik terakhir. Sebelum masuk ruang pemeriksaan, Trump sempat menyapa awak media dan menyatakan dirinya dalam kondisi terbaik.

“Saya merasa sangat baik, secara fisik maupun mental,” ujarnya dengan nada optimis.