JAKARTA – Sebuah penemuan mengejutkan datang dari selatan Spanyol, ketika para peneliti menemukan sepasang sandal berusia sekitar 700 tahun serta sejumlah artefak kuno lain di dalam sarang burung pemakan tulang. Temuan ini menjadi semacam “harta karun” sejarah manusia yang tersimpan alami selama berabad-abad.
Penelitian dilakukan antara 2008 hingga 2014 oleh tim yang mempelajari sarang Burung Nasar Berjanggut (Bearded Vulture) di tebing-tebing curam Spanyol. Hasilnya, satu dari 12 sarang yang diteliti diketahui telah digunakan sejak abad ke-13, menjadikannya salah satu situs alami tertua yang terus dipakai oleh spesies tersebut.
Di sarang tersebut, para ilmuwan menemukan sandal lengkap dari tali rumput esparto berusia 700 tahun, fragmen kulit domba yang dicat oker sekitar 650 tahun, hingga potongan keranjang abad ke-18. Tak hanya itu, ada pula baut panah, tombak kayu, ketapel, dan potongan kain tua, semuanya menjadi bukti kehidupan manusia masa lalu yang terjaga di tempat tak terduga.
BACA JUGA:
Antoni Margalida dari Pyrenean Institute of Ecology mengungkapkan bahwa Burung Nasar Berjanggut dikenal membawa berbagai benda ke sarangnya untuk bahan konstruksi.
“Kami terkejut dengan banyaknya objek kuno yang ditemukan dan usia panjang sarang ini,” ujarnya, dilansir dari New York Post, Sabtu, 11 Oktober.
Menurut Margalida, temuan tersebut menunjukkan bahwa sarang burung bisa berfungsi seperti kapsul waktu yang menyimpan jejak sejarah manusia. Burung besar ini sendiri memiliki bentang sayap hingga tiga meter dan dikenal gemar memakan tulang—karakteristik unik yang menjadikannya bagian penting dari ekosistem pegunungan.
John Fitzpatrick dari Cornell Lab of Ornithology menyebut penelitian ini membuka cara pandang baru dalam memahami hubungan antara satwa liar dan sejarah budaya manusia. Siapa sangka, sarang seekor burung dapat menjadi penyimpan rahasia masa lalu selama ratusan tahun.