JAKARTA - Presiden Ekuador Daniel Noboa menjadi sasaran lemparan batu dari para demonstran yang memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kejadian ini terjadi saat iring-iringan mobil kepresidenan yang ditumpangi Noboa menuju acara peresmian instalasi pengolahan air di Ekuador tengah pada pada 7 Oktober waktu setempat.
“Sekitar 500 orang datang dan melemparkan batu ke arahnya, dan jelas ada bekas peluru di mobil presiden juga,” kata Menteri Lingkungan Hidup Ekuador, Ines Manzano, Rabu 8 Oktober, dikutip dari AFP.
Ia mengatakan sebanyak lima orang ditangkap setelah kejadian itu. Mereka bakal diseret ke meja hijau atas tuduhan terorisme – sebuah pelanggaran dengan hukuman maksimal 30 tahun penjara.
“Protes semacam ini, yang tidak damai, bukanlah yang kita butuhkan,” tambah Manzano.
Video yang dirilis oleh Pemerintah Ekuador memperlihatkan iring-iringan mobil Presiden Noboa. Sementara para pengunjuk rasa yang berada di jalan sekitar iring-iringan mengumpulkan batu dan bata besar.
Saat SUV kepresidenan itu melintas depan pengunjuk rasa, lemparan batu kemudian terjadi, diikuti proyektil menghantam panel dan memecahkan jendela.
"Kepala Menunduk! Kepala Menunduk!" bunyi orang berteriak saat iring-iringan mobil kepresidenan melesat pergi.
Para pejabat mengatakan mereka masih menyelidiki apakah beberapa bekas benturan pada Chevrolet Suburban lapis baja milik Noboa disebabkan oleh tembakan.