Bagikan:

JAKARTA - Kepala sub-delegasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Jalur Gaza Sarah Avrillaud mengatakan, penduduk, penduduk sipil telah mengalami kematian, pengungsian paksa dan pengingkaran terhadap martabat pada tingkat yang memprihatinkan selama dua tahun terakhir.

"Kami telah menyaksikan hancurnya kemanusiaan di Gaza," katanya dilansir dari WAFA 6 Oktober.

"Ribuan warga Palestina telah terpisah dari keluarga mereka, dan banyak yang masih hilang. Dampak dua tahun terakhir terlihat jelas di wajah-wajah lelah orang-orang yang berusaha bertahan hidup dari jam ke jam," jelasnya.

"Layanan esensial yang tersisa tidak dapat memenuhi kebutuhan warga sipil secara memadai. Banyak orang tidak memiliki akses rutin atau aman ke air, fasilitas kebersihan, atau layanan medis. Dampak dua tahun perjuangan untuk bertahan hidup telah melampaui kata-kata," tandas Avrillaud.

Lebih jauh Avrillaud menuliskan: "Saya telah bertemu dengan ibu-ibu yang ketakutan dan tidak tahu bagaimana memberi makan anak-anak mereka atau melindungi mereka. Saya telah melihat pasien yang berjuang untuk pulih karena tidak bisa beristirahat akibat perpindahan yang terus-menerus. Saya telah menyaksikan keluarga-keluarga keluar dari bangunan yang hancur dan tertutup debu, terkejut tetapi masih hidup."

"Komite Internasional Palang Merah terus merespons di mana pun memungkinkan, bersama mitra seperti Palang Merah Palestina, tetapi seiring memburuknya situasi, tantangan hanya semakin bertambah. Organisasi kemanusiaan saja tidak dapat memenuhi kebutuhan warga sipil yang terus meningkat," urainya.

Avrillaud juga menekankan, kebutuhan mendesak untuk gencatan senjata, menyerukan agar bantuan kemanusiaan dapat masuk dan melewati Jalur Gaza dengan cepat dan tanpa hambatan.

"Semua langkah pencegahan yang mungkin harus diambil untuk melindungi penduduk sipil, yang telah mengalami penderitaan yang terlalu berat dalam dua tahun terakhir," katanya,

"Nyawa dapat diselamatkan, tetapi penduduk sipil tidak bisa menunggu. Mereka membutuhkan tindakan politik sekarang," pungkasnya.