JAKARTA - Komite Palang Merah Internasional (ICRC) untuk menangguhkan sementara operasi di kantornya di Kota Gaza dan merelokasi staf ke kantor di Gaza selatan untuk memastikan keselamatan staf dan kelangsungan operasional, seiring meningkatnya operasi militer Israel.
Dalam sebuah pernyataan, ICRC menekankan, "Hal ini terjadi ketika puluhan ribu orang yang masih berada di Kota Gaza menghadapi kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan lebih lanjut," dilansir dari WAFA 2 Oktober.
"Di Kota Gaza saat ini, warga sipil terbunuh, mengungsi paksa, dan dipaksa menanggung kondisi yang mengerikan. Petugas tanggap darurat, termasuk Bulan Sabit Merah Palestina dan Pertahanan Sipil, telah bekerja tanpa henti untuk memberikan bantuan, tetapi pergerakan dan kemampuan mereka untuk menjangkau penduduk sipil dengan aman sangat terbatas," lanjut pernyataan tersebut.
ICRC menegaskan, mereka akan terus berupaya memberikan dukungan kepada warga sipil di Kota Gaza, kapan pun keadaan memungkinkan, dari kantornya di Deir al-Balah dan Rafah, yang masih beroperasi penuh.
"Ini termasuk menyediakan donasi medis untuk beberapa fasilitas kesehatan yang tersisa di Kota Gaza dan melakukan yang terbaik untuk memfasilitasi pergerakan para penanggap pertama. Di Rafah, Rumah Sakit Lapangan Palang Merah akan terus menjadi penyelamat bagi banyak pasien luka yang berdatangan," jelas badan itu.
ICRC mencatat, mereka telah hadir di Kota Gaza selama beberapa dekade, menekankan bahwa setelah meningkatnya permusuhan terbaru, tim mereka tetap berada di sana selama mungkin untuk melindungi dan mendukung orang-orang yang paling rentan.
Organisasi tersebut menegaskan tetap berkomitmen untuk kembali sesegera mungkin setelah kondisi memungkinkan.
Selama dua minggu terakhir, ICRC mengatakan telah menyediakan pasokan medis yang menyelamatkan jiwa untuk beberapa rumah sakit dan pusat layanan kesehatan yang tersisa di Kota Gaza karena mereka menerima lonjakan pasien luka senjata.
"Kami mendukung fasilitas pembuatan roti di 14 kamp pengungsian yang menyediakan 45.000 roti per hari. Tim ICRC menyediakan tangki air, layanan truk, dan mendukung perbaikan jaringan air dan air limbah bersama penyedia layanan lokal," jelas mereka.
BACA JUGA:
"Nyawa masih dapat diselamatkan hari ini. Penghentian permusuhan sangat penting dan mendesak. Berdasarkan hukum humaniter internasional, warga sipil harus dilindungi, baik mereka tetap tinggal maupun meninggalkan Kota Gaza. Israel, sebagai kekuatan pendudukan, memiliki kewajiban untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi," seru ICRC.
"Tenaga medis, unit dan sarana transportasi, serta personel pertahanan sipil harus dihormati dan dilindungi. Pengiriman bantuan kemanusiaan yang cepat dan tanpa hambatan harus diizinkan dan difasilitasi di Jalur Gaza," tandas mereka.