Bagikan:

JAKARTA - Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang akan memilih ketua umum baru dalam rapat internal partai hari ini, Sabtu 4 Oktober waktu setempat. 

Mengutip Tass, sebanyak lima anggota partai telah mencalonkan diri mengisi posisi tersebut, tetapi hanya dua kandidat yang memiliki peluang besar terpilih. Hasil pemungutan suara partai dalam rapat masih belum jelas saat ini.

Para pakar politik Jepang menilai mantan Menteri Keamanan Ekonomi Sanae Takaichi, salah satu orang dekat mendiang Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe; dan Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi, putra mantan PM Junichiro Koizumi; sebagai kandidat terdepan dalam pemilihan ini. 

Tiga kandidat lainnya, Kepala Sekretaris Kabinet saat ini Yoshimasa Hayashi; mantan Menteri Keamanan Ekonomi Takayuki Kobayashi; dan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Liberal, Toshimitsu Motegi, dinilai tidak akan mampu ke fase putaran kedua pemilihan.

Takaichi dan Koizumi diproyeksikan akan melaju ke putaran kedua. Sementara Hayashi bisa menjadi 'kuda hitam' yang bisa tiba-tiba mencuat setelah belakangan aktif meraih dukungan di internal partai.

Nantinya, kandidat yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Liberal juga berpeluang tinggi menggantikan posisi PM Jepang Shigeru Ishiba. 

Ishiba telah mengumumkan mengundurkan diri. Ia secara resmi mundur dari posisi PM Jepang setelah Ketua Partai Demokrat Liberal  terpilih. Selanjutnya, PM baru akan disetujui oleh Parlemen Jepang.

Dalam pemilihan ketua umum ini, para kandidat akan memperebutkan 590 suara. Dengan detail, 295 suara berasal dari kader Partai Demokrat Liberal di Parlemen Jepang, dan sisanya anggota biasa. Para analis sepakat bahwa putaran kedua tidak dapat dihindari, karena tidak ada kandidat yang memiliki dukungan yang cukup untuk meraih mayoritas absolut di putaran pertama.