Bagikan:

JAKARTA - Korea Selatan mulai menerapkan aturan bebas visa masuk untuk rombongan turis China pada Hari Senin, langkah yang diharapkan akan mendorong perekonomian dan membantu meningkatkan hubungan dengan negara tetangganya di Asia.

Pemerintah Korea Selatan awal bulan lalu mengumumkan, aturan bebas visa ini akan mulai berlaku mulai 29 September dengan masa waktu tertentu.

Sebagai bagian dari program percontohan yang akan berlangsung hingga Juni tahun depan, rombongan yang terdiri dari tiga wisatawan atau lebih dari Tiongkok daratan akan dapat tinggal tanpa visa selama 15 hari, dikutip dari Reuters 29 September.

Kebijakan ini diambil menjelang libur Hari Nasional Tiongkok dari 1-8 Oktober, serta serangkaian hari libur Korea Selatan pada waktu yang hampir bersamaan.

Perusahaan-perusahaan Korea Selatan berupaya memanfaatkan peningkatan permintaan ini. Shilla Duty Free telah menyelenggarakan tur pesiar Tiongkok, sementara aplikasi pengiriman makanan Baedal Minjok memperkenalkan opsi pembayaran Alipay dan WeChat Pay.

Program ini, yang diumumkan pada Bulan Maret, menyusul keputusan Tiongkok pada November tahun lalu yang menawarkan bebas visa bagi warga Korea Selatan hingga 30 hari.

"Kami akan memperkenalkan penghapusan visa sementara bagi wisatawan grup dari Tiongkok pada kuartal ketiga untuk mempercepat pemulihan jumlah pengunjung Tiongkok," kata Penjabat Presiden Choi Sang-mok Maret lalu.

Terakhir kali Korea Selatan menawarkan akses bebas visa serupa kepada Negeri Tirai Bambu adalah dari Desember 2017 hingga Maret 2018, bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.

Diketahui, pemerintahan baru Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung berharap dapat lebih meningkatkan hubungan dengan Tiongkok selama kunjungan Presiden Xi Jinping yang direncanakan pada akhir Oktober untuk menghadiri KTT Asia-Pasifik (APEC) di Korea Selatan.

Tahun lalu, 16,4 juta wisatawan mengunjungi Korea Selatan, naik 48 persen dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 17,5 juta pada tahun 2019 sebelum pandemi COVID-19. Warga negara Tiongkok merupakan pangsa terbesar, mencapai 28 persen, menurut data pemerintah.