Bagikan:

JAKARTA - Dua remaja ditangkap di Belanda awal pekan ini atas dugaan mata-mata untuk peretas pro-Rusia. Kejaksaan Belanda mengonfirmasi dua remaja berusia 17 tahun itu ditangkap pada Senin.

Mereka ditangkap atas dugaan terkait campur tangan yang didukung pemerintah," ujar juru bicara kejaksaan Brechtje van de Moosdijk dilansir Reuters, Jumat, 26 September.

Informasi lebih lanjut tidak dapat diberikan karena para tersangka masih di bawah umur.

Mengutip ayah salah satu anak laki-laki tersebut, harian Belanda Telegraaf melaporkan mereka telah dihubungi oleh peretas pro-Rusia melalui layanan pesan Telegram.

Sang ayah mengatakan kepada surat kabar itu, anak-anak laki-laki tersebut dituduh melakukan mata-mata karena mereka telah berjalan-jalan di area Den Haag yang menampung organisasi kepolisian Eropa, Europol, dan badan kerja sama peradilan pidana Eurojust, serta banyak kedutaan besar, dengan perangkat atau aplikasi yang dirancang untuk menangkap data yang dikirim melalui jaringan digital.

Eurojust membantu membentuk dan menaungi tim investigasi gabungan bersama Ukraina, negara-negara anggota Uni Eropa, Europol, dan Mahkamah Pidana Internasional yang menyelidiki dugaan kejahatan Rusia setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Badan intelijen Belanda AIVD menolak berkomentar mengenai detail yang dilaporkan oleh Telegraaf. Seorang pengacara salah satu tersangka tidak segera menanggapi permintaan komentar.