Bagikan:

JAKARTA - Indonesia dan Ekuador sebagai negara yang berbatasan langsung dengan Samudra Pasifik memiliki kepentingan untuk mendorong riset hingga perlindungan ekosistem, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Hal ini dibahas Menlu Sugiono saat bertemu dengan timpalannya Menteri Luar Negeri Gabriela Sommerfeld di sela-sela High Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Amerika Serikat Hari Kamis waktu setempat.

Dalam kesempatan ini Menlu Sugiono menyoroti peluang penguatan kerja sama riset kelautan, khususnya terkait Pacific biodiversity.

"Sebagai dua negara yang berbatasan dengan Samudera Pasifik, kita memiliki kepentingan bersama untuk mendorong riset keanekaragaman hayati laut serta kerja sama perlindungan ekosistem maritim," jelas Menlu Sugiono, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Jumat 26 September.

Pertemuan ini menandai semakin eratnya kemitraan kedua negara yang telah berlangsung selama 45 tahun. Kedua Menlu menekankan pentingnya memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, pembangunan berkelanjutan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan.

"Selama 45 tahun terakhir, Indonesia dan Ekuador telah menjadi mitra yang kokoh dalam memajukan kepentingan bersama, termasuk di bidang ekonomi, IPTEK, dan budaya," ujar Menlu Sugiono.

Di akhir pertemuan, kedua diplomat masing-masing negara menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) on Diplomatic Capacity Building, yang akan menjadi landasan baru dalam memperkokoh hubungan diplomatik dan memperluas ruang kerja sama pembangunan di berbagai bidang.