Bagikan:

JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut pihaknya tetap memperbolehkan pengaturan parkir on street untuk kendaraan roda dua dan roda empat di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur.

Lokasi ini sebelumnya telah ditertibkan karena sangat mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan tersebut. Pasalnya, keberadaan pedagang dan area parkir kendaraan pengunjung bisa sampai mengooptasi tiga ruas jalan.

Meski tetap dibolehkan, Syafrin menegaskan pengaturan parkir kendaraan pengunjung dan ruang pedagang hanya boleh dilakukan dengan menggunakan satu lajur Jalan Mayjen Sutoyo.

"Rekan-rekan pedagang juga sudah sepakat bahwa di lokasi tersebut, nantinya akan ada parkir satu paralel dan serong. Sehingga tidak mengooptasi sampai dengan tiga lajur lalu lintas kemudian menutup, tinggal satu lajur," kata Syafrin ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa, 23 September.

Syafrin menuturkan, pengaturan baru ini telah berjalan sejak hari Minggu, 21 September setelah adanya penertiban. Petugas Dinas Perhubungan juga akan berjaga dan mengatur lalu lintas tiap sore dan malam hari di titik tersebut.

"Biasanya kan sore ya, sore hari itu jam 17 baru mulai buka. Dan oleh sebab itu kami mulai jam 16 sudah ada tim melakukan pengaturan, tiap hari dilakukan," ucap Syafrin.

Sebelumnya, viral di media sosial video yang memperlihatkan dugaan parkir liar dan pedagang menggunakan empat lajur Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu, 20 September.

Video yang diunggah akun Instagram @ijoeel menunjukkan deretan kendaraan parkir dan pedagang yang menggelar meja hingga menyisakan hanya satu lajur dari empat lajur jalan.

Peristiwa tersebut terjadi setiap malam sejak pukul 20.00 WIB hingga tengah malam. Terlihat pengguna jalan menjadi terhambat untuk melewati lajur jalan tersebut karena ruas jalan tertutup parkiran motor dan meja pedagang.

"Parkir makan empat jalur jalan umum, ini terjadi sudah lama infonya dan terjadi setiap malam sekitar pukul 20.00 WIB, sampai tengah malam," tulis keterangan dari akun Instagram @ijoeel.

"Apalagi pas malam minggu bisa-bisanya tinggal sisa sejalur dimana? Ini di sekitaran Primajasa Cililitan atau Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara," jelas keterangan akun Instagram ijoeel.

Akhirnya, petugas gabungan menertibkan parkir liar dan pemasangan meja berlebihan milik pelaku usaha di lokasi tersebut.

Penertiban yang dilakukan bersama unsur Dinas Perhubungan (Dishub), Garnisun, Koramil, Polsek, PPSU, serta kelompok masyarakat pada Minggu, 21 September itu menyusul aduan masyarakat terkait gangguan ketertiban umum di kawasan tersebut.

Budhy menyebut, kondisi jalan kerap semrawut, terutama pada akhir pekan. Parkir kendaraan dan meja yang dipasang hingga ke badan jalan membuat arus lalu lintas hanya bisa dilalui satu hingga dua lajur.

"Sehingga di malam Minggu itu cukup padat juga sampai hanya satu atau dua ruas saja bisa dilewati," ujarnya.

Dalam operasi tersebut, petugas lebih mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi agar pedagang bisa mengatur area usaha mereka tanpa merugikan pengguna jalan lain.

"Kita melakukan pendekatan melalui edukasi supaya bisa dilakukan pengaturan ke depannya. Pada intinya gangguan ketertiban di lokasi ini bisa kita minimalisir," ucap Budhy.