JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar merespons perihal tiga jabatan yang ia emban saat ini. Selain menjabat menteri, Nasaruddin masih menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal dan kini mengemban jabatan Rektor Universitas PTIQ Jakarta.
Menurut Nasaruddin, tiga jabatan yang ia pegang saat ini tidak sebesar tugas para nabi pada zaman dahulu. Hal ini diungkapkan Nasaruddin usai peresmian Universitas PTIQ Jakarta di Rorotan, Jakarta Utara.
"Saya enggak ada apa-apanya dibanding nabi. Nabi sebagai nabi, nabi sebagai rasul, nabi sebagai kepala negara, nabi panglima angkatan perang, nabi sebagai suami, nabi sebagai kakek, dan nabi sebagai anggota masyarakat biasa," kata Nasaruddin kepada wartawan, Selasa, 23 September.
Menurut Nasaruddin, apa yang ia kerjakan saat ini tidak bertumpu kepada banyaknya jabatan, melainkan bisa bermanfaat bagi orang banyak.
"Pak Habibie 33 jabatannya, lho. Saya hanya empat, dan itu pun juga. Jadi, seorang pemimpin yang baik bukan mengerjakan semua, tapi bagaimana mempekerjakan orang banyak," ucap dia.
Dengan dibangunnya kampus di Jakarta Utara, Nasaruddin berharap warga setempat bisa mengenyam pendidikan yang lebih baik, khususnya untuk pembelajaran agama Islam.
"Saya selaku rektor, alhamdulillah, mudah-mudahan akan lahir sebuah perguruan tinggi yang mencerahkan di utara Jakarta ini ya. Jadi jangan semuanya perguruan tinggi itu arah selatan. Masyarakat kita membutuhkan dunia pendidikan yang bagus juga di Jakarta Utara," jelas dia.
Melanjutkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajaran Pemprov DKI untuk memberikan dukungan penuh, terutama dalam proses perizinan dan dokumen administrasi lainnya.
"Saya minta Pak Wali Kota, tolong ini dikawal perizinannya supaya pembangunannya bisa cepat. Saya ingin suatu hari di era saya, universitas ini sudah jadi, saya bisa berinteraksi dengan mahasiswa yang ada di tempat ini. Jadi, Pak Lurah, Pak Camat, jangan ada yang main-main untuk ganggu," tegas Pramono.
BACA JUGA:
Kepada jajarannya, Pramono tak ingin dalam beberapa puluh tahun ke depan, perguruan tinggi agama Islam ini tersangkut masalah karena proses perizinan tak didukung dengan baik.
"Jadi betul-betul secara hukum, secara administrasi, mari kita letakkan bahwa universitas ini benar-benar akan menjadi universitas yang terencana dengan baik. Saya akan turun untuk membantu itu," ungkap Pramono.