Bagikan:

JAKARTA - Indonesia terus mematangkan persiapan jelang mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, di mana Presiden Prabowo akan memimpin langsung delegasi Zamrud Khatulistiwa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan, Kementerian Luar Negeri terus melakukan berbagai persiapan untuk delegasi Indonesia.

Yvonne belum merinci isu-isu yang akan dibawa Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini. Namun, ia memastikan masalah Palestina menjadi salah satu isu yang dibawa.

"Isu Palestina akan masuk dalam pembahasan, sesuatu yang selau kita bawa," jelas Yvonne dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 17 September.

Pekan lalu, Dirjen Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Tri Tharyat memastikan Presiden Prabowo Subianto akan memimpin langsung delegasi Indonesia.

Duta Besar Tri belum membagikan detail hal yang akan diangkat oleh Presiden Prabowo, namun menyebutkan antara lain mengenai dinamika global saat ini, isu Palestina, serta mendorong program-program visi Asta Cita, reformasi sistem multilateral, hingga mendorong peran negara-negara Global South yang dipedomani Semangat Bandung (KTT Asia-Afrika).

Digelar seiring dengan usia PBB yang genap 80 tahun, SMU PBB tahun ini yang dipimpin Jerman mengusung tema "Better Together: 80 Years and More for Peace, Development and Human Rights".

Dubes Tri mengungkapkan, Presiden Prabowo akan berbicara pada urutan ketiga, setelah Brasil dan Amerika Serikat.

Total ada 176 undangan partisipasi bagi Indonesia di semua tingkatan, mulai dari kepala negara hingga setingkat direktur jenderal, di luar rangkaian pertemuan bilateral.