JAKARTA - Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut negaranya berada dalam situasi yang paling dekat dengan konflik terbuka sejak Perang Dunia II.
Tusk mengatakan Polandia meminta NATO untuk membuka konsultasi berdasarkan Pasal 4 perjanjiannya, yang menyatakan anggota aliansi militer Barat akan berkonsultasi bersama kapan pun, menurut pendapat salah satu dari mereka, wilayah, kemerdekaan politik, atau keamanan salah satu dari mereka terancam.
Tusk memberi tahu parlemen telah terjadi 19 intrusi ke wilayah udara Polandia semalam. Intrusi tersebut meningkatkan ketegangan yang sudah membara setelah intrusi pesawat tanpa awak sebelumnya.
"Saya tidak punya alasan untuk mengklaim kita berada di ambang perang, tetapi garis telah dilewati, dan ini jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya," katanya dilansir Reuters, Rabu, 10 September.
"Situasi ini membawa kita paling dekat dengan konflik terbuka sejak Perang Dunia Kedua,” sambungnya.
Tusk mengatakan penembakan jatuh tiga drone telah dikonfirmasi, dan kemungkinan pesawat keempat telah ditembak jatuh.
"Fakta bahwa pesawat tanpa awak ini, yang merupakan ancaman keamanan, ditembak jatuh mengubah situasi politik. Oleh karena itu, konsultasi sekutu dilakukan dalam bentuk permintaan resmi untuk mengaktifkan Pasal 4 Perjanjian NATO," kata Tusk.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Polandia Karolina Galecka mengatakan Polandia telah menemukan tujuh drone dan puing-puing dari rudal.
BACA JUGA:
Drone atau benda serupa menghantam bangunan tempat tinggal di Wyryki di Polandia timur, tetapi tidak ada yang terluka, kata wali kota setempat kepada saluran berita pemerintah TVP Info.
Di tempat lain di wilayah Lublin timur, polisi mengatakan mereka menemukan drone yang rusak di desa Czosnowka.
Kantor Kejaksaan Distrik di Zamosc, juga di wilayah Lublin, mengatakan telah diberitahu tentang penemuan komponen drone di dekat sebuah pemakaman di kota Czesniki.
Di wilayah Lodz tengah, drone ditemukan di lapangan dekat desa Mniszkow.