Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus meninggalnya staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, di Peru. Hal ini ia sampaikan saat menyambut kepulangan jenazah Zetro di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa 9 September malam.

Dengan mata berkaca-kaca, Menlu Sugiono hadir mendampingi keluarga almarhum dalam prosesi serah terima jenazah. Ia menyampaikan duka mendalam sekaligus janji bahwa pemerintah akan mengawal penuh proses penyelidikan.

“Kami juga menyampaikan komitmen kami untuk bisa menyelesaikan urusan ini dengan sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya,” tegas Sugiono.

Ia menambahkan, koordinasi dengan Pemerintah Peru akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab meninggalnya Zetro terungkap tanpa ada yang ditutupi. “Kita akan kawal persoalan ini seterang mungkin, agar semua jelas,” ujarnya.

Selain menyampaikan komitmen investigasi, Menlu juga mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan.

Sementara itu, pihak keluarga yang diwakili Tiopan Purba menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri atas fasilitasi pemulangan jenazah. Ia juga menaruh kepercayaan penuh pada pemerintah untuk mengusut kasus ini.

“Kami sangat percaya pemerintah dalam hal ini Menteri Luar Negeri akan mengusut tuntas seterang-terangnya dan sejelas-jelasnya. Kami amat sangat percaya Bapak Menteri,” ujar Tiopan.

Kasus ini sendiri masih dalam penyelidikan otoritas Peru. Zetro Leonardo Purba, staf lokal KBRI Lima, ditemukan meninggal dengan sejumlah kejanggalan pada akhir Agustus lalu.

Pihak keluarga melalui Tiopan Purba berharap pemerintah Indonesia aktif mengawal agar penyebab pasti kematian Zetro bisa terungkap dan tidak menimbulkan spekulasi.