Bagikan:

JAKARTA - Sekitar 50.000 rumah tangga di Berlin mengalami pemadaman listrik pada Selasa menyusul dugaan pembakaran dua tiang listrik di distrik tenggara ibu kota Jerman.

Dilansir Reuters, Selasa, 9 September, juru bicara kepolisian, Anja Dierschke, mengatakan motif politik tidak dapat dikesampingkan. Divisi khusus yang bertugas memecahkan kejahatan bermotif politik sedang memimpin penyelidikan.

Surat kabar Berlin, Tagesspiegel, mengutip sumber anonim yang mengatakan polisi sedang menyelidiki apakah serangan itu terkait dengan pengumuman Tesla yang menyatakan mereka berencana membangun pusat pengembangan di distrik Treptow-Koepenick, lokasi dugaan pembakaran tersebut.

Menurut laporan tersebut, polisi melihat adanya kesamaan dengan serangan pembakaran menara listrik pada tahun 2024 oleh kelompok militan sayap kiri yang menamakan diri "kelompok Volcano yang menghentikan Tesla" yang menghentikan produksi selama berhari-hari di pabrik pembuat mobil tersebut di luar Berlin.

Saat ditanya tentang laporan tersebut, Dierschke mengatakan kemungkinan adanya hubungan antara serangan tersebut dan pengumuman Tesla tidak dapat dikesampingkan.

Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Pihak berwenang di Berlin telah menyalahkan sejumlah serangan pembakaran di kota itu sejak 2011 pada kelompok sayap kiri serupa.