JAKARTA - Serangan udara Rusia menewaskan lebih dari 20 warga sipil yang sedang mengambil uang pensiun mereka di desa di Ukraina timur.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerukan tekanan dari sekutu Kyiv terhadap Rusia yang pasukannya melancarkan serangan gencar di sebagian besar wilayah Donetsk timur karena upaya diplomatik untuk mengakhiri perang.
Zelenskyy mengatakan serangan udara Rusia menghantam desa Yarova, sekitar 15 mil (24 km) dari kota Sloviansk dan beberapa kilometer di belakang garis depan.
"Langsung ke rakyat. Warga sipil biasa. Tepat saat dana pensiun dicairkan," tulisnya di X dilansir Reuters, Selasa, 9 September.
Dia mengunggah rekaman video yang memperlihatkan mayat-mayat berserakan di tanah dan puing-puing.
Dilaporkan 21 orang lainnya terluka, kata Gubernur Donetsk, Vadym Filashkin.
"Dunia tidak boleh tinggal diam," kata Zelenskyy. "Dunia tidak boleh tinggal diam. Amerika Serikat membutuhkan respons. Eropa membutuhkan respons. G20 membutuhkan respons,” sambungnya.
BACA JUGA:
Rusia tidak segera mengomentari pernyataan Zelenskiy. Moskow membantah telah menargetkan warga sipil, tetapi puluhan ribu orang telah tewas sejak invasi skala penuhnya pada Februari 2022.
Komisioner Hak Asasi Manusia Ukraina, Dmytro Lubinets, mengatakan serangan itu merupakan "konfirmasi lain dari teror sistemik terhadap penduduk sipil Ukraina."