JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyambut langsung kedatangan jenazah diplomat Indonesia Zetro Leonardo Purba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Pesawat KLM dengan nomor penerbangan KL809 yang membawa peti jenazah Zetro mendarat di Bandara Soetta sekitar pukul 18:05.
Peti jenazah langsung dibawa ke Human Remains Transit Lounge Bandara Soetta. Kedatangan jenazah disambut langsung Menlu Sugiono sebelum kemudian diserahkan ke pihak keluarga.
"Kami pada sore hari ini menyambut kedatangan jenazah saudara Zetro. Kita semua, Kementerian Luar Negeri merasa sangat berduka dengan kehilangan dan kejadian ini," kata Menlu Sugiono kepada media, Selasa 9 September.
"Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan dan ketabahan," tambahnya.
Jenazah Zetro langsung dibawa pihak keluarga sekitar pukul 19:45 WIB. Rencananya, jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka Sentosa. Pada Hari Kamis, jenazah Zetro akan dibawa ke Kementerian Luar Negeri untuk penghormatan terakhir.
Rencananya, penghormatan terakhir akan digelar di Lobby Gedung Roeslan Abdul Gani, Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta pada Hari Kamis 11 September sekitar pukul 10:00 WIB.
Setelahnya, jenazah Zetro rencananya dimakamkan di TPU Sari Mulya, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan siang harinya.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi tewasnya Kanselerai KBRI Lima Zetro Leonardo Purba. Almarhum menjadi korban penembakan pihak tidak dikenal saat mengendarai sepeda di kawasan Av. César Vallejo, Lince, Lima pada Senin 1 September. Almarhum sempat dilarikan ke Clínica Javier Prado, namun nyawanya tidak tertolong.
Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan jenazah Zetro telah menjalani autopsi pada 2 September lalu dan selesai pada hari yang sama.
KBRI Lima telah berkoordinasi dengan aparat Peru, khususnya kepolisian, untuk mengawal proses investigasi untuk mendapatkan motif dari peristiwa tersebut, kata Nabyl.
BACA JUGA:
Nabyl mengungkapkan, Kepolisian Peru tengah melakukan berbagai upaya, mengumpulkan bukti-bukti, mengamankan rekaman kamera pengawas dari lokasi kejadian hingga berkoordinasi dengan kejaksaan setempat.
"KBRI Lima telah menyampaikan nota diplomatik pada Kemlu Peru untuk meminta agar proses penanganan kasus ini mendapatkan atensi yang besar," ujarnya.
Nabyl menambahkan, KBRI Lima memberikan perhatian yang tinggi terhadap keluarga korban, memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman, mendapatkan pengawasan dan penjagaan oleh kepolisian Peru.