Bagikan:

DENPASAR - Forum budaya internasional CHANDI 2025 di Bali menjadi panggung penting diplomasi kebudayaan Indonesia. Di sela-sela pertemuan bilateral, Selasa, 2 September, Indonesia menjalin kesepakatan strategis dengan dua negara: Inggris dan Yordania.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon bertemu dengan Summer Xia, Atase Kebudayaan Inggris sekaligus Direktur British Council untuk Indonesia dan Asia Tenggara. Keduanya sepakat memperkuat kolaborasi kebudayaan, dari penyelenggaraan kegiatan seni, riset, hingga program promosi budaya. Fadli mencontohkan keberhasilan Dana Indonesiana yang telah mendukung ribuan program komunitas, dan mendorong skema serupa dilakukan bersama Inggris.

British Council melalui program Connecting Through Culture dianggap sejalan dengan Dana Indonesiana. Summer Xia menegaskan kolaborasi ini diharapkan rampung sebelum kunjungan Presiden RI ke London. “Rencana kerja sama ini bisa membuka jalan bagi riset budaya, pertukaran masyarakat, hingga proyek bersama di sektor museum dan seni,” ujarnya. MoU pun tengah disiapkan untuk mengatur pertukaran keterampilan, kolaborasi lembaga budaya, serta promosi warisan bersama.

Tak hanya dengan Inggris, Indonesia juga memperkuat hubungan budaya dengan Yordania. Dalam pertemuan dengan Dubes Yordania, Sudqi Atallah Abd Alkader Al-Omoush, disepakati penyusunan MoU yang mencakup produksi film dan pelestarian warisan dunia, termasuk Borobudur di Indonesia dan Petra di Yordania.

Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya menjadikan Yordania lebih dari sekadar tempat transit menuju Al Aqsa. “Yordania kaya dengan kisah sejarah dan religi. Kerja sama ini akan mendorong wisatawan Indonesia menjadikannya tujuan utama,” kata Fadli. Dubes Yordania menyambut hangat, seraya menegaskan kekuatan sejarah bangsanya yang memuat kisah puluhan nabi, dari Musa hingga Yahya.

Dari dua pertemuan ini, mempertegas bahwa CHANDI 2025 bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang bagi diplomasi budaya. Indonesia menempatkan kebudayaan sebagai jembatan untuk memperkuat jejaring global, melestarikan warisan dunia, sekaligus membuka peluang baru di sektor pariwisata, seni, dan riset lintas negara.