JAKARTA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok menyebut terdapat satu komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga cukup melonjak saat ini, yakni cabai merah.
"Yang naik itu cabai merah besar, naik seribu rupiah per kilogram. Kemudian cabai rawit merah naik tiga ribu rupiah per kilogram," kata Hasudungan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 1 September.
Kondisi ini berbeda dengan sejumlah daerah, di mana kenaikan harga pangan di pasar terjadi pada beras pada akhir bulan Agustus 2025.
Di Jakarta, beras memang mengalami kenaikan harga, namun tak signifikan. Seperti beras premium Ramos yang naik Rp370 menjadi Rp14.773 per kilogram, atau beras medium naik Rp460 menjadi Rp13.902 per kilogram.
Sementara itu, harga komoditas pangan lainnya masih stabil. "Bahkan untuk bawang merah turun Rp1.000. Untuk bahan pokok lainnya, buah-buahan, kentang turun Rp500, jeruk turun Rp1.000," ungkap Hasudungan.
BACA JUGA:
Sementara itu, Hasudungan mengungkap stok pangan di Jakarta saat ini juga dalam keadaan cukup hingga beberapa waktu mendatang.
Seperti beras yang ketersediaannya masih sekitar 303 ribu ton, daging sapi 40 ribu ton, daging ayam 74 ribu ton, telur ayam 21 ribu ton, cabai rawit merah 9 ribu ton, cabai merah keritng 10 ribu ton, bawang merah 8 ribu ton, bawang putih 8 ribu ton, gula pasir 60 ribu ton, hingga minyak goreng 66 ribu ton.
"Ketersediaan pangan strategis seperti beras, daging, telur ayam, itu dalam kondisi cukup. Kemudian untuk prognosa pangan dalam dua bulan ke depan itu sudah aman," ujar Hasudungan.
"Jadi, masyarakat tidak perlu panic buying. Karena kami dari pemerintah DKI menjamin bahwa ketersediaan pangan kita itu cukup untuk 2 bulan kemudian. Stoknya juga memadai," tambahnya.