Bagikan:

JAKARTA - Aktivis Greta Thunberg kembali berlayar dengan kapal bantuan untuk Jalur Gaza yang bertolak dari Barcelona, Spanyol pada Hari Minggu untuk menembus blokade Israel, mengirimkan bantuan untuk wilayah kantong Palestina itu.

Ribuan pendukung berkumpul di pelabuhan Barcelona untuk melepas kapal-kapal tersebut, banyak di antaranya mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan "Bebaskan Palestina" dan "Ini bukan perang, ini genosida".

"Ini adalah misi untuk menantang sistem internasional yang sangat keras dan seperti biasa, yang gagal menegakkan hukum internasional," ujar Thunberg kepada kerumunan sebelum keberangkatan armada kapal yang terdiri dari puluhan kapal, yang akan diikuti oleh kapal-kapal lainnya di sepanjang perjalanan, melansir Reuters 1 September.

Sebelumnya, aktivis Swedia tersebut mencoba menembus blokade laut Israel yang telah berlangsung lama di Gaza pada Bulan Juni, sebelum militer Israel menyergap di laut, menggiring kapal tersebut ke pelabuhan sebelum mendeportasi para aktivis.

Sementara itu, penyelenggara armada menyalahkan para pemimpin dunia karena gagal menekan Israel agar mengizinkan bantuan lewat setelah pemantau kelaparan global mengatakan sebagian wilayah Gaza menderita kelaparan.

Armada tersebut akan bergabung dengan lebih banyak kapal yang berangkat dari Yunani, Italia dan Tunisia, kata Yasemin Acar, anggota komite pengarah.

Di pelabuhan Genoa di Italia barat laut, sekitar 250 metrik ton makanan untuk Gaza telah dikumpulkan dari kelompok dan penduduk lokal, kata penyelenggara.

Sebagian bantuan dimuat ke atas kapal yang berangkat dari Genoa pada Hari Minggu, sementara sisanya akan dikirim ke pelabuhan Catania di Sisilia, tempat kapal-kapal lainnya akan berangkat ke Gaza pada 4 September.

Israel berargumen blokade yang diberlakukan sejak tahun 2007 diperlukan untuk menghentikan penyelundupan senjata ke kelompok militan Hamas dan menyebut upaya lain untuk mendobraknya - termasuk yang dilakukan Thunberg pada Bulan Juni - sebagai aksi propaganda untuk mendukung Hamas.