Bagikan:

JAKARTA – Pengamat politik, Sugiyanto mengapresiasi langkah Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh yang menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan Fraksi Partai NasDem di DPR, usai dianggap ikut memicu rangkaian demonstrasi sejak 25-30 Agustus 2025 yang berujung ricuh.

Menurutnya, dengan adanya pernyataan atau keputusan resmi dari pimpinan partai, setidaknya ada upaya untuk meredam gejolak sekaligus mengobati kekecewaan masyarakat. Langkah semacam ini boleh jadi dapat meringankan luka publik sekaligus mengembalikan kepercayaan rakyat.

“Meski hanya dinonaktifkan, keputusan itu diharapkan bisa sedikit meredam dan mengobati kekecewaan atau amarah publik. Setidaknya, langkah Surya Paloh bisa mencegah sorotan publik pada anggota lainnya,” ungkap Sugiyanto, Minggu 31 Agustus 2025.

Dia menyatakan, dalam situasi dan kondisi seperti saat ini, keputusan Surya Paloh bisa disebut sebagai langkah nyata untuk membantu upaya pemerintah sekaligus mendukung Presiden Prabowo Subianto dalam meredam kemarahan publik. Sebab, jika demonstrasi terus berlangsung, stabilitas negara dan bangsa dapat terganggu, bahkan berpotensi menimbulkan risiko yang lebih besar bagi pemerintahan Prabowo.

“Dengan langkah ini, Partai NasDem tentu berharap publik akan menilai bila keputusan tersebut bukan hanya urusan disiplin internal, tapi juga wujud tanggung jawab moral sebuah partai politik kepada rakyat. Langkah ini juga bisa memperlihatkan keseriusan partai menjaga kehormatan lembaga legislatif, memulihkan kepercayaan publik, serta menegakkan integritas demokrasi,” terangnya.

Sebelumnya, Sekjen DPP Partai NasDem, Hermawi Taslim, membenarkan keputusan partainya menonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari keanggotaan Fraksi Nasdem di DPR yang mulai berlaku Senin, 1 September 2025.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Surya Paloh dan Hermawi Taslim, Partai NasDem mengungkapkan bahwa penonaktifan Sahroni dan Nafa dilakukan setelah mencermati dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, menyusul adanya pernyataan dari keduanya yang dinilai menyinggung perasaan rakyat.

“Ada pernyataan dari pada wakil rakyat khususnya Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem yang telah menyinggung dan mencederai perasaan rakyat, dan hal tersebut merupakan penyimpangan terhadap perjuangan Partai NasDem,” demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan DPP Partai NasDem.