JAKARTA - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menanggapi kasus campak di Sumenep, Jawa Timur yang menewaskan 17 anak. Dasco meminta Menteri Kesehatan (Menkes) untuk segera menangani kasus luar biasa (KLB) tersebut.
"Semalem saya sudah langsung telepon dengan Menteri Kesehatan, dan segera meminta diambil langkah-langkah preventif agar hal tersebut bisa cepat tertanggulangi," ujar Dasco di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 26 Jakarta.
Diketahui, dari 17 kasus kematian campak yang tercatat di Sumenep, 16 pasien diantaranya tidak diimunisasi.
Kejadian luar biasa campak juga tidak hanya terjadi di Sumenep, Jawa Timur. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat terjadi 46 KLB campak pasti di 42 kabupaten/kota yang tersebar di 13 provinsi.
"KLB campak pasti ini adalah campak yang memang setelah pemeriksaan laboratorium sudah positif dan ditemukan antibodi campak pada anak-anak yang menderita gejala," kata dr Prima Yosephine, MKM, Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Selasa, 26 Agustus.
BACA JUGA:
Jumlah kasus campak di Indonesia di tahun 2025 hingga minggu ke-33 menunjukkan ada 23.128 suspek dengan kasus terkonfirmasi 3.444 pasien. Kasus suspek terbanyak tercatat di Sumenep dengan 2.139 suspek.
Terjadinya kasus campak di banyak wilayah di Indonesia ini dilatarbelakangi cakupan vaksinasi yang rendah. Capaian imunisasi campak-rubella 1 dan 2 tahun 2025 masih berada di angka 45 persen dari target 95 persen.