JAKARTA - Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengecam mengecam serangan berkelanjutan yang dilakukan pendudukan Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru di Kompleks Medis Nasser.
Israel melancarkan serangan serangan udara terhadap Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza yang menewaskan 20 orang, termasuk lima jurnalis dan seorang pemadam kebakaran pada Hari Senin.
Dalam sebuah pernyataan, Aboul-Gheit mengatakan pembantaian terbaru ini hanyalah satu episode dari serangkaian kejahatan dan pembantaian berkelanjutan yang menargetkan warga sipil, menyoroti pembunuhan lebih dari 12 jurnalis dalam dua minggu terakhir, dikutip dari WAFA 26 Agustus.
Israel, sebagai kekuatan pendudukan, berusaha menyembunyikan gambaran sebenarnya dari kekejaman yang terjadi di Gaza dan membungkam suara apa pun yang menyampaikan kebenaran, kata Aboul-Gheit.
Sekjen Liga Arab juga menuntut masyarakat internasional untuk mengakhiri kebisuannya yang memalukan terkait kekejaman dan kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang terjadi setiap hari dengan darah dingin dan tanpa hukuman atau bahkan suara yang menentang dan menyatakan cukup atas pembantaian berkelanjutan ini.
Aboul-Gheit menekankan, ketidakmampuan dunia untuk berbuat apa pun berarti dunia membiarkan kematian puluhan orang tak berdosa setiap hari di Gaza sebagai kejadian biasa.
BACA JUGA:
Kementerian Kesehatan Gaza pada Hari Senin mengonfirmasi, korban tewas akibat agresi Israel sejak Oktober 2023 telah mencapai 52.744 orang, sementa korban luka-luka mencapai 158.259 orang.
Angka tersebut termasuk 300 orang yang tewas akibat kelapan dan malnutrisi, di mana 117 di antaranya anak-anak. Sementara jumlah jurnalis yang tewas di wilayah kantong Palestina itu telah mencapai 246 orang.