JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Hari Senin, militer negara itu mungkin akan dikerahkan ke Chicago, namun juga bisa saja ditempatkan di mana pun dalam waktu singkat untuk memberantas kejahatan.
Mengutip dugaan gelombang pelanggaran hukum, Presiden Trump mengambil alih kendali kepolisian di Washington, D.C bulan ini, serta mengizinkan pasukan Garda Nasional untuk membawa senjata saat berpatroli di kota tersebut.
Presiden Trump kemudian mengancam akan memperluas kehadiran militer AS ke kota-kota yang dikuasai Partai Demokrat seperti Baltimore dan Chicago.
"Kita bisa ditempatkan di mana saja dengan pemberitahuan kurang dari 24 jam," kata Presiden Trump ketika ditanya pada Hari Senin apakah Pentagon sedang mempersiapkan penempatan di Chicago, melansir Reuters 26 Agustus.
"Mereka butuh bantuan. Kita mungkin akan menunggu. Kita mungkin akan melakukannya atau tidak, kita mungkin akan langsung melakukannya, yang mungkin memang seharusnya kita lakukan," kata Presiden Trump kepada para wartawan yang berada di Ruang Oval saat menandatangani perintah eksekutif yang mencegah tersangka kriminal dibebaskan dengan jaminan non-tunai, melansir Reuters 26 Agustus.
Terpisah, Gubernur Illinois J.B. Pritzker mengatakan negara bagiannya tidak mengajukan permintaan intervensi federal, sementara Jaksa Agung Illinois mengatakan tindakan hukum akan diambil untuk mencegah pengerahan pasukan federal di Chicago.
"Ini tentang Donald Trump yang mencari pembenaran apa pun untuk mengerahkan militer di kota yang didominasi Partai Demokrat, di negara bagian yang didominasi Partai Demokrat, untuk mencoba mengintimidasi lawan-lawan politiknya," kritik Pritzker, seorang miliarder Demokrat yang disebut-sebut sebagai kandidat calon presiden pada tahun 2028.
Pada Hari Senin, Presiden Trump juga memerintahkan Departemen Pertahanan untuk memastikan setiap negara bagian memiliki pasukan Garda Nasional yang siap dimobilisasi dengan cepat untuk membantu meredam kerusuhan sipil dan membantu menjaga keamanan publik.
Perintah tersebut juga menyatakan harus ada pasukan reaksi cepat yang dapat dikerahkan di seluruh negeri.
Garda Nasional sudah memiliki pasukan reaksi cepat yang dapat merespons kejadian darurat yang memerlukan dukungan keamanan. Pasukan ini, yang dikenal sebagai NGRF, dapat dikerahkan dengan 75-125 personel dalam delapan jam dan kemudian pasukan lanjutan hingga 375 personel dalam 24 jam.
Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters, Pentagon telah merencanakan seperti apa pengerahan pasukan Garda Nasional ke Chicago.
Seorang pejabat mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari upaya militer untuk mengantisipasi permintaan Presiden Trump dan mencatat para pejabat senior Pentagon belum diberi pengarahan mengenai hal tersebut.
Perencanaan potensi pengerahan pasukan sebelum perintah resmi dikeluarkan bukanlah hal yang aneh bagi Pentagon.
BACA JUGA:
Chicago diketahui sejak lama memiliki tingkat kekerasan senjata yang tinggi. Tetapi kejahatan, termasuk pembunuhan, telah menurun dalam setahun terakhir.
Wali Kota Chicago Brandon Johnson mengatakan kepada wartawan pada Hari Senin, dana federal dalam beberapa tahun terakhir telah membantu kota tersebut mengurangi tingkat pembunuhan lebih dari 30 persen dari tahun ke tahun.
Johnson yang merupakan politisi Demokrat menuntut agar Presiden Trump mengembalikan jutaan dolar dana keamanan publik untuk kota yang dipotong pada Bulan April sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran pemerintah.