JAKARTA - Bangladesh dan Pakistan, yang pernah perang dan terus bersitegang, memutuskan memperkuat hubungan diplomatik dengan salah satunya meningkatkan kerja sama perdagangan pada Minggu 24 Agustus.
Mengutip AFP, kedua negara pernah perang habis-habisan setelah wilayah Pakistan Timur memisahkan diri untuk membentuk Bangladesh pada 1971.
"Ruang lingkup dan kemungkinan untuk berbuat baik bagi kedua bangsa di kedua negara kita sangat besar," kata Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, yang belum pernah mengunjungi Bangladesh sejak 2012, dikutip dari AFP.
Namun, Bangladesh mengatakan isu utama antara kedua negara ini belum terselesaikan. Bangladesh diketahui menginginkan permintaan maaf dari Pakistan atas kekejaman selama perang.
Militer Pakistan dituduh melakukan kekejaman yang meluas selama perang 1971.
Ratusan ribu orang tewas — dengan perkiraan Bangladesh mengatakan jutaan — dan banyak orang di Bangladesh, masih menuntut Pakistan untuk meminta maaf atas pembunuhan tersebut.
Penasihat urusan luar negeri Bangladesh, Mohammad Touhid Hossain, mengatakan bahwa masalah permintaan maaf belum terselesaikan, tetapi sepakat untuk memperkuat hubungan antarnegara dengan Pakistan.
"Kami telah mencapai konsensus bahwa masalah yang tertunda harus diselesaikan agar tidak menjadi hambatan dalam hubungan kami," ujar Hossain kepada para wartawan.
BACA JUGA:
Peningkatan hubungan diplomatik Bangladesh dan Pakistan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan mempererat hubungan perdagangan dan ekonomi, serta meningkatkan pertukaran budaya antarkedua negara.
Para analis mengatakan, India, yang terlibat konflik selama empat hari dengan Pakistan pada Mei 2025, mengamati dengan saksama peningkatan hubungan diplomatik Bangladesh dan Pakistan ini.