JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menuduh negara-negara Barat berusaha memblokir perundingan damai untuk mengakhiri konflik Ukraina setelah serangkaian aktivitas diplomatik tampaknya terhenti.
Presiden AS Donald Trump telah memperjuangkan pertemuan bilateral antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, tetapi kedua belah pihak saling menyalahkan dan tidak menginginkan perundingan tersebut terlaksana.
"Mereka hanya mencari dalih untuk memblokir negosiasi," kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV pemerintah Rossiya yang disiarkan di Telegram pada Minggu 24 Agustus, dikutip dari AFP.
Lavrov juga mengecam Zelensky karena keras kepala bersikeras menetapkan persyaratan bertemu dengan Putin.
Lavrov juga menuduh otoritas Ukraina berupaya mengganggu proses yang ditetapkan Putin dan Trump, yang telah membuahkan hasil yang sangat baik.
"Kami berharap upaya-upaya ini akan digagalkan," tambahnya.
Pada Jumat 22 Agustus, Lavrov mengatakan tidak akan ada pertemuan antara Putin-Zelensky dalam waktu dekat.
Awal pekan ini, Zelensky mengatakan Rusia berusaha menghindari pertemuan.
Zelensky telah menetapkan syarat bertemu Putin, jika sekutu-sekutunya menyetujui jaminan keamanan bagi Ukraina untuk mencegah serangan Rusia di masa mendatang setelah disetujuinya berakhirnya perang.