JAKARTA - Tingkat gejala depresi lebih rendah di kalangan orang usia kerja yang mengonsumsi diet ala Jepang termasuk nasi, sup miso dan ikan, menurut studi belum lama ini.
Institut Keamanan Kesehatan Jepang menilai manfaat "diet ala Jepang" tradisional yang terdiri dari produk kedelai, sayuran matang, jamur, ikan, rumput laut, dan teh hijau, beserta versi modifikasi yang menambahkan buah, sayuran segar dan produk susu.
Meskipun hanya ada sedikit studi tentang dampak diet ala Jepang terhadap kesehatan mental, penilaian serupa terhadap diet Mediterania - yang terdiri dari sayuran, biji-bijian utuh, minyak zaitun, dan ikan - dan depresi telah dilakukan sebelumnya, kata institut tersebut.
"Penelitian lebih lanjut diperlukan, tetapi kami berharap bukti yang ditunjukkan di kalangan orang Jepang dapat digunakan untuk langkah-langkah kesehatan masyarakat di tempat kerja dan bidang-bidang terkait pencegahan depresi," demikian pernyataan lembaga tersebut dalam siaran pers, dilansir dari Kyodo News 20 Agsutus.
Studi yang dilakukan berdasarkan laporan sendiri ini dilakukan terhadap 12.499 karyawan dari lima perusahaan, yang 88 persennya adalah laki-laki dengan usia rata-rata 42,5 tahun.
Sebanyak 30,9 persen dari kohort menunjukkan gejala depresi, tetapi mereka yang mengikuti diet khas Jepang ditemukan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalaminya. Para peneliti berupaya mengisolasi faktor-faktor potensial lain yang dapat memengaruhi hasil tersebut.
BACA JUGA:
Institut tersebut menyatakan, makanan tertentu dalam diet dapat dikaitkan dengan peningkatan kebahagiaan. Rumput laut, produk kedelai, dan asam folat dalam sayuran membantu melepaskan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, sementara ikan berminyak yang kaya akan asam lemak omega-3 memiliki efek anti-inflamasi.