JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu harus menghentikan operasi militer di Jalur Gaza dan mengizinkan organisasi-organisasi kemanusiaan untuk melanjutkan pengiriman makanan dan bantuan dalam jumlah yang memadai, ujar Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Tom Fletcher dalam pengarahan di Jenewa, Swiss.
Menurutnya, kelaparan di Jalur Gaza "seharusnya dapat dicegah" jika organisasi-organisasi kemanusiaan mampu mengirimkan bantuan ke wilayah Palestina tersebut dalam jumlah yang memadai.
"Permintaan saya, permohonan saya, tuntutan saya kepada Perdana Menteri Netanyahu dan siapa pun yang dapat menghubunginya: cukup. Gencatan senjata. Buka semua penyeberangan, utara dan selatan. Mari kita mendapatkan makanan dan pasokan lainnya tanpa hambatan dan dalam skala besar yang dibutuhkan," desak kepala bantuan PBB tersebut, melansir TASS 22 Agustus.
"Ini adalah kelaparan dalam jarak beberapa ratus meter dari makanan di tanah yang subur," tegas Fletcher.
Sebelumnya, layanan pers Jalur Gaza melaporkan hanya sekitar 2.000 truk pengangkut bantuan kemanusiaan yang telah memasuki wilayah tersebut selama tiga setengah minggu terakhir.
Jumlah ini kurang dari 15 persen dari pasokan yang dibutuhkan penduduk setempat.
Menurut layanan pers tersebut, setidaknya 15.000 kendaraan pengangkut bantuan kemanusiaan diperkirakan akan tiba di Gaza selama 25 hari terakhir, tetapi hanya 2.187 truk yang diizinkan masuk ke wilayah tersebut.
Terpisah, pemantau kelaparan global untuk pertama kalinya menyatakan kelaparan telah melanda Jalur Gaza utara yang padat penduduk, sekitar 22 bulan setelah pecahnya perang di wilayah kantong tersebut menyusul invasi mematikan Hamas ke Israel pada Oktober 2023.
Sistem Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) dalam laporannya memperkirakan 514.000 orang atau hampir seperempat populasi Gaza, mengalami kelaparan. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi_641.000 pada akhir September.
Sekitar 280.000 orang di antaranya berada di wilayah utara yang meliputi Kota Gaza — Kegubernuran Gaza — yang menurut IPC sedang dilanda kelaparan.
Kelaparan juga terjadi di Deir al-Balah dan Khan Younis, wilayah tengah dan selatan yang diproyeksikan IPC akan dilanda kelaparan pada akhir bulan depan.
BACA JUGA:
IPC mengatakan kelaparan telah didorong oleh pertempuran dan blokade bantuan, dan diperparah oleh pengungsian yang meluas dan runtuhnya produksi pangan di Gaza, mendorong kelaparan ke tingkat yang mengancam jiwa di seluruh wilayah setelah 22 bulan perang.
Lebih dari setengah juta orang di Gaza, sekitar seperempat dari populasi, menghadapi tingkat kelaparan yang sangat tinggi, dan banyak yang berisiko meninggal karena penyebab yang berkaitan dengan malnutrisi, kata laporan IPC.
Bulan lalu, IPC mengatakan "skenario terburuk kelaparan" sedang terjadi di Gaza, tetapi belum mengeluarkan keputusan resmi.