JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan menyemai sebanyak 7,2 ton garam (NaCl) pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
"OMC sebagai langkah strategis dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan dilansir ANTARA,, 19 Agustus.
Yohan mengatakan bahwa pada tiga hari pelaksanaan OMC petugas berhasil menyemai sebanyak 7,2 ton NaCl di wilayah perairan Indramayu dan wilayah selatan serta timur Jakarta.
Ia menjelaskan, terdapat sembilan kali sortie atau penerbangan dengan durasi selama 12 jam 52 menit selama tiga hari OMC.
"Upaya ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemprov DKI Jakarta guna meminimalisir risiko banjir serta menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat," ujarnya.
Selama tiga hari OMC, kata dia, bisa menjaga cuaca di pusat Jakarta menjadi kondusif dan pemantauan dari petugas daratan Jakarta relatif kondusif.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan selama lima hari sebagai langkah strategis dalam kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
"Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG terdapat potensi peningkatan curah hujan di pertengahan Agustus, karena itu OMC dilaksanakan selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Agustus 2025," kata Isnawa di Jakarta, Minggu (17/8) dilansir ANTARA.
OMC bertujuan utama untuk mitigasi bencana hidrometeorologi dan mendukung kelancaran serta keamanan seluruh rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Kemerdekaan RI.
Ia menjelaskan bahwa OMC merupakan hasil kolaborasi sinergis antara BPBD Provinsi DKI Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).
Isnawa menyatakan bahwa OMC merupakan bentuk mitigasi proaktif dan antisipasi dari pemerintah daerah.