Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Vladimir Putin di Alaska pada pekan lalu menunjukkan dengan jelas Trump sungguh-sungguh ingin mencapai perdamaian jangka panjang dan berkelanjutan di Ukraina.

Lavrov mengatakan pertemuan Trump-Putin sangat baik.

"Jelas bahwa kepala Amerika Serikat dan timnya, pertama-tama, sungguh-sungguh ingin mencapai hasil yang berjangka panjang, berkelanjutan, dan dapat diandalkan," ujar Lavrov kepada saluran televisi pemerintah Rossiya 24 dilansir Reuters, Selasa, 19 Agustus.

Lavrov membandingkan apa yang disebutnya sebagai posisi konstruktif AS dengan posisi Eropa, yang beberapa pemimpinnya menghadiri pertemuan puncak luar biasa di Gedung Putih pada Senin waktu setempat bersama Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk membahas Ukraina.

"Eropa telah bersikeras di setiap kesempatan hanya pada gencatan senjata, dan setelah itu mereka akan terus memasok senjata ke Ukraina,” kata Lavrov

Kritik yang sama terhadap koalisi Eropa datang dari mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev. Dia menyebut para pemimpin Eropa gagal ‘mengendalikan’ Presiden AS Donald Trump terkait upaya kesepakatan perdamaian Rusia-Ukraina.

"Koalisi yang anti-Rusia dan suka berperang gagal mengalahkan @POTUS di wilayahnya," kata Medvedev lewat unggahan X dilansir Reuters, Selasa, 19 Agustus.

"Eropa berterima kasih dan menjilatnya (Trump),” sambungnya.

Medvedev mengatakan pertanyaannya adalah "lagu apa" yang akan dimainkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy "tentang jaminan & wilayah di negaranya sendiri, setelah ia kembali mengenakan seragam militer hijaunya."

Trump mengatakan kepada Zelenskyy pada Senin, Amerika Serikat akan membantu menjamin keamanan Ukraina dalam kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang di Ukraina, meskipun tingkat bantuan yang diberikan belum jelas.