JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewanti-wanti kepada jajaran Pemprov DKI untuk menjaga kondusivitas penyelenggaraan Jakarta Jobfest 2025 yang digelar hingga Rabu, 20 Agustus mendatang.
Pramono tak mau kegiatan pameran lowongan kerja berskala besar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur ini berujung chaos seperti yang pernah terjadi di daerah lain.
"Saya tidak mau penyelenggaraan Jobfest ini seperti beberapa kejadian di daerah lain di luar Jakarta, di mana lowongan yang tersedia tidak seberapa banyaknya tetapi yang mendaftar dan hadir sampai puluhan ribu dan sampai ada yang pingsan, saya tidak mau itu terjadi," kata Pramono, Selasa, 19 Agustus.
Pramono mengungkap alasan Pemprov DKI menggelar Jobfest dan beberapa bursa kerja (jobfair) di Jakarta tahun ini. Menurut dia, tingginya tingkat pengangguran menjadi masalah prioritas untuk diselesaikan.
Bukan hanya warga Jakarta, tak sedikit penduduk luar daerah juga mencari lapangan kerja di Ibu Kota, menurut Pramono.
"Salah satu problem serius saat ini adalah lowongan pekerjaan yang sangat dicari oleh warga, dan bukan hanya di Jakarta melainkan juga di daerah lain di luar Jakarta. Dan Jakarta membuka kesempatan bagi siapapun agar orang bisa mencari lapangan pekerjaan," tutur Pramono.
Pramono meminta jajarannya memastikan proses rekrutmen yang dihasilkan dari Jobfest 2025 ini dibuat secara transparan dan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga mapaun yang ingin mencari pekerjaan.
BACA JUGA:
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (DTKTE) DKI Jakarta Syaripudin menjelaskan Pemprov DKI telah menggelar job fair atau bursa kerja sebanyak 13 kali, dengan target 21 kali di tahun 2025.
Sejauh ini, sebanyak 405 perusahan sudah berpartisipasi dengan lebih dari 1.450 pendaftar yang diterima dari jumlah pendaftar yang jumlahnya lebih dari 3.700 orang.
"Sekitar 38,39 persen efektifitas dari pencari kerja yang terserap di Jobfair yang sudah diselenggarakan sepanjang tahun 2025," ujar Syaripudin.
Pada Jobfest 2025 di Velodrome, Syaripudin mengatakan pelaksanaannya diselenggarakan di tempat yang lebih terbuka serta dilengkapi berbagai layanan seperti layanan administrasi pencatatan sipil, perizinan, Samsat, pameran mobile training unit, pentas hiburan hingga konseling karir dari pihak pemerintah dan swasta.
"Dengan demikian, para pencari kerja yang datang semakin terfasilitasi dalam proses pencarian kerjanya," imbuhnya.