"Protokoler sebaiknya dikurangi bapak ibu kepala daerah. Ibarat kata berkunjung segala macam, dikurangilah. Itu bagian dari efisiensi anggaran. Jangan sampai pasukannya terlalu banyak. Ada protokol, ada sespri, ada ADC, ada operator, ada driver, ada co-driver, ada kopilot, dan lain-lain banyak sekali," kata Setyo, Rabu 5 Maret.
Setyo pun mengungkapkan, pihaknya telah melakukan efisiensi sejak 2018. Dia mengeklaim di internal KPK tidak terlalu banyak personel protokoler.
"2018 saya masuk sini sudah efisien. Enggak ada kami terlalu banyak protokoler," ujar Setyo.
BACA JUGA:
"Bayangkan kalau semua orang itu mendapatkan honor perjalanan dinas. Saya kemarin ke Magelang hanya berdua saja. Baik-baik saja, alhamdulilah, lancar, tidak ada masalah. Kira-kira seperti itu soal efisiensi anggaran," ungkap Setyo.