Bagikan:

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump akan bertemu dalam beberapa hari mendatang.

Pengumuman ini muncul sehari setelah utusan Trump, Steve Witkoff, mengadakan pembicaraan dengan Putin untuk mencari terobosan guna mengakhiri perang Ukraina.

Trump sebelumnya mengancam akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia dan negara-negara yang membeli ekspornya jika tidak ada kesepakatan.

"Atas usulan pihak Amerika, pada dasarnya telah dicapai kesepakatan untuk mengadakan pertemuan bilateral tingkat tertinggi dalam beberapa hari mendatang, yaitu pertemuan antara Presiden Vladimir Putin dan Donald Trump," ujar penasihat Kremlin Yuri Ushakov dilansir Reuters, Kamis, 7 Agustus.

"Kami saat ini sedang memulai persiapan konkret bersama rekan-rekan Amerika kami," sambungnya dikutip kantor berita Interfax.

Ia mengatakan lokasi pertemuan puncak telah disepakati, tetapi akan diumumkan kemudian.

Putin dijadwalkan bertemu dengan presiden Uni Emirat Arab pada Kamis, yang sebelumnya disarankan oleh beberapa sumber sebagai kemungkinan lokasi.

Pasar saham Rusia naik lebih dari 5% setelah berita tersebut, dengan indeks MOEX utamanya mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Rubel mencapai level tertinggi dalam dua minggu terhadap dolar AS dan yuan China.

Tidak ada pertemuan puncak antara pemimpin AS dan Rusia sejak Putin dan Joe Biden bertemu di Jenewa pada Juni 2021. Rusia berperang di Ukraina pada Februari 2022, yang menjerumuskan hubungan ke dalam krisis yang mendalam.

Trump telah berupaya memperbaiki hubungan dengan Rusia dan mencoba mengakhiri perang, meskipun dalam komentar publiknya ia cenderung mengagumi sekaligus mengkritik tajam Putin.